oleh

Mahasiswa Baru Itera Harus Terbiasa Latih Soft Skill dan Hard Skill

RADARLAMPUNG.CO.ID – Institut Teknologi Sumatera (Itera) kukuhkan 4.194 mahasiswa baru Itera, Kamis (3/9). Pengukuhan tersebut dilakukan melalui sidang terbuka penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021 secara daring, dan hanya menghadirkan 35 mahasiswa baru perwakilan masing-masing program studi yang berasal dari Bandarlampung dan telah mengikuti rapid test Covid-19.

Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru Itera Irfanianta Arif Setyawan mengatakan, mahasiswa baru Itera sebagian besar didominasi dari Pulau Sumatera yang mencapai 78, 87 persen atau berjumlah sekitar 3.308 orang. Sedangkan, dari luar Pulau Sumatera sekitar 21,13 persen yang berjumlah 886 orang.

Irfan juga menyampaikan, jumlah mahasiswa baru Itera mencapai 4.194 yang melalui tiga jalur penerimaan. Yakni mahasiswa baru melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) berjumlah 1.748, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggu Negeri (SBMPTN) mencapai 2.309, dan jakur mandiri berjumlah 137 orang.

“Lalu, mahasiswa baru terbanyak berasal dari Provinsi Lampung mencapai 2.166, Sumatera Utara 550 orang, Jawa Barat 403 orang, Banten 242 orang, serta dari Sumatera Selatan berjumlah 222 orang,” ungkapnya, Kamis (3/9).

Sementara, Rektor Itera Prof Ofyar. Z. Tamin menuturkan, mahasiswa baru Itera harus aktif untuk mengembangkan diri, dan melatih soft skill sebagai bekal setelah lulus.

Dikatakannya, Itera juga memiliki beberapa program untuk mahasiswa sebagai bentuk penyeimbangan hard skill dan soft skill. Di antaranya, program tahap persiapan bersama (TPB) yang tujuannya menyamaratakan kemampuan dasar sains mahasiswa.

Kemudian, mahasiswa baru juga akan mengikuti pengembangan diri melalui program asrama. Meskipun saat ini, Itera baru memiliki empat gedung asrama, sehingga belum mampu menampung seluruh mahasiswa baru di asrama.

“Kami membutuhkan sekitar 11 asrama untuk bisa menampung seluruh mahasiswa baru mengikuti program asrama. Program asrama bukan hanya pondokan untuk mahasiswa, tetapi akan diisi berbagai program pengembangan diri dan soft skill,” terangnya.

Ofyar menambahkan, untuk dapat melatih soft skill, selain melalui program asrama, mahasiswa baru juga bisa mendapatkannya dengan mengikuti organisasi kemahasiswaan, seperti Keluarga Mahasiswa (KM), unit kegiatan mahasiswa, himpunan mahasiswa prodi, hingga himpunan mahasiswa asal daerah.

“Akan kami didik sebaik-baiknya dengan kombinasi hard skill dan soft skill, sebab 5 hingga 10 tahun mendatang, merekalah yang akan membangun Sumatera yang kelak akan sejajar dengan pulau Jawa,” pungkasnya. (rur/rls/sur)

Komentar

Rekomendasi