oleh

Listrik Belum Masuk ke Sejumlah Pekon di Tanggamus, Ini Kendalanya

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sejumlah pekon di Tanggamus belum tersentuh jaringan listrik PLN. Selama ini wilayah tersebut hanya mengandalkan turbin dan listrik tenaga surya.

Berdasar data yang dihimpun, pekon tersebut tersebar pada beberapa kecamatan. Di antaranya Pekon Margomulyo, Kecamatan Semaka; Pedukuhan Sinarlebak, Pekon Kelungu, Kecamatan Kotaagung, dan Pekon Arta Lebar, Kecamatan Bandarnegeri Semuong (BNS).

Kemudian delapan pekon di selatan Kecamatan Pematangsawa. Terdiri dari Pekon Tampang Tua, Tampang Muda, Martanda, Kaurgading, Wayasahan, Tirom, Karangbrak dan Telukbrak.

Kepala Unit Layanan Pelanggan Kotaagung Puji Rahayu mengatakan, dari pekon-pekon tersebut, usulan pemasangan jaringan listrik sudah masuk. Proses ini masuk tahap survei.

“Kami sudah koordinasi dengan Pemkab Tanggamus. Usulan yang disampaikan oleh pemkab meliputi delapan pekon di Pematangsawa, satu pekon di Semaka dan satu pekon di Kotaagung. Itu sudah semua disurvei oleh Unit Iduk Distribusi (UID) PLN Lampung,” kata Puji Rahayu didampingi Supervisor Pelayanan Pelanggan Okta.

Dilanjutkan, pemasangan jaringan baru di pekon yang belum tersentuh listrik merupakan program pusat yang diberi nama Indonesia Terang melalui listrik desa (Lides).

“Target dari negara yang diberikan kepada PLN, tahun 2021 semua desa teraliri listrik,” ucapnya.

Menurut Puji, ada beberapa kendala yang menyebabkan listrik PLN belum masuk. Antara lain akses jalan untuk peralatan jaringan listrik, dan wilayah yang melintasi kawasan hutan lindung hingga melewati tanam tumbuh masyarakat.

“Kalau delapan pekon wilayah selatan Pematangsawa, kendalanya pada akses jalan. Mobil yang membawa material kesulitan masuk. Kami dapat kabar bahwa masyarakat di sana antusias agar jaringan listrik dapat masuk dengan bergotong-royong membuka badan jalan,” urainya.

Sementara untuk Pekon Margomulyo, dari geografis sebagian jalur masuk kawasan TNBBS.

Lalu Sinarlebak, Pekon Kelungu, kendalanya adalah tiang kabel melintasi tumbuhan manggis milik warga. “Ini yang harus dibebaskan,” tegasnya.

Meski demikian, terus Puji, kendala di lapangan sudah dikoordinasikan dengan Pemkab Tanggamus. Harapannya ada solusi sehingga jaringan listrik dapat terbangun.

Terlebih dalam program Lides ini partisipasi dari masyarakat sangat dibutuhkan.

“Jadi dalam Lides ini, PLN tidak mengganti tanam tumbuh atau pembebasan lahan. Saat ini sudah disurvei oleh UID PLN Lampung. Kewenangan ada di sana. Kami hanya sebatas mengusulkan,” sebut dia.

Puji juga optimistis, sejumlah pekon di barat Tanggamus, dalam waktu tidak lama lagi akan teraliri listrik.

Sementara Camat Pematangsawa Agus Somad mengatakan, masyarakat delapan pekon sangat antusias dengan program Lides dari PLN.

Warga sudah bergotong-royong membuka badan jalan dan membangun jembatan dari kayu dengan tujuan agar kendaraan PLN yang mengangkut peralatan bisa melintas.

“Kami sudah mengusulkan bersama delapan Pj. Kakon ke PLN wilayah Lampung dan sudah direspon. Janji PLN, kalau ada jalan, pasti tiang listrik masuk,” kata Agus Somad. (ehl/rnn/ais)

Komentar

Rekomendasi