oleh

Tiga Sosok Calon Kada Pernah Rasakan Kekalahan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Menilik sejarah Pilkada Lampung Tengah, pada Pilkada 2020 ini, hanya tiga paslon yang resmi mendaftar di KPU Lamteng.

Yakni petahana Loekman Djoyosoemarto-M. Ilyas Hayani Muda (PDI Perjuangan 11 kursi + Gerindra 6 kursi); Musa Ahmad-Ardito Wijaya (Golkar 9 kursi+ PKB 6 kursi + PD 5 kursi + PAN 1 kursi); dan Nessy Kalviya Mustafa-K.H. Imam Suhadi (NasDem 6 kursi + PKS 5 kursi + Perindo 1 kursi).

Dari sosok yang maju, ada tiga orang yang pernah merasakan kekalahan dalam Pilkada Lamteng. Pertama, petahana Loekman Djoyosoemarto yang maju lewat jalur independen berpasangan dengan Cholilurrahman pernah kalah dalam Pilkada Lamteng 2010 yang diikuti delapan paslon.

Kedua, Musa Ahmad yang berstatus petahana atau wakil bupati berpasangan dengan Suwidyo juga kalah meski masuk dua putaran pada Pilkada 2010. Pada Pilkada 2010 dimenangkan A. Pairin-Mustafa.

Pada Pilkada 2015, Musa Ahmad yang menjadi cawabup berpasangan dengan mantan Bupati Mudiyanto Thoyib maju lewat jalur independen kembali kalah bertarung. Pada 2015 ini, K.H. Imam Suhadi juga ikut berlaga. Imam Suhadi yang menjadi cawabup Gunadi Ibrahim juga kalah. Pada 2015, pilkada dimenangkan Mustafa-Loekman Djoyosoemarto.

Menarik disimak adalah majunya Nessy Kalvia Mustafa sebagai cabup dan Ardito Wijaya sebagai cawabup dalam Pilkada 2020. Nessy yang merupakan istri mantan Bupati Mustafa dan cabup perempuan pertama di Lamteng berpasangan dengan K.H. Imam Suhadi.

Kemudian Ardito Wijaya yang merupakan putra sulung mantan Bupati yang kini Wali Kota Metro A. Pairin menjadi cawabup yang berpasangan dengan Musa Ahmad. Sejatinya, pertarungan Pilkada 2020 adalah pertarungan antara Nessy Kalvia Mustafa-K.H. Imam Suhadi v Musa Ahmad-Ardito Wijaya.

Kedua paslon itu sama-sama punya basis massa. Meski demikian, tanpa mengesampingkan petahana atau incumbent Loekman Djoyosoemarto-M. Ilyas Hayani Muda. Semua paslon sama-sama kuat dan optimistis menang.

Loekman Djoyosoemarto menargetkan kemenangan 80 persen. “Kita target menang 80 persen,” tegasnya percaya diri usai deklarasi dengan partai pengusung.

Sedangkan Musa Ahmad tidak memasang target kemenangan. “Berapa pun persentasenya, target kita menang. Kita akan all out meraih kemenangan untuk Lamteng Berjaya!” tegasnya usai daftar di KPU Lamteng

Sementara Nessy Kalviya Mustafa juga tidak memasang target kemenangan. “Target kita menang. Berapa pun itu harus menang. Kita optimistis menang jika solid, kompak, dan bersatu,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Diketahui Pilkada Lamteng 2010 diikuti delapan pasang calon. Yakni Musa Ahmad maju berpasangan dengan Suwidyo diusung PDIP, PKPB, dan PKPI. Kemudian Musawir Subing-Midi Iswanto diusung PKB, PPP, dan PAN; Ahmad Pairin-Mustafa diusung Partai Golkar; Yurida Erwin Nizar-Ahmad Mufty Salim diusung PKS, Partai Hanura, dan PBR; serta Hery Sulisyanto-Syamsir Firdaus yang diusung Partai Demokrat, PKNU, dan PNIM.

Tiga calon independen, yakni Loekman Djoyosoemarto-Cholilurrahman, Helman Saleh-Lasno Hamid Al Asna, dan Wahadi Saeri-Sudarto.

Dalam Pilkada 2010 ini, Musa Ahmad-Suwidyo dan Ahmad Pairin-Mustafa masuk dua putaran. Sayangnya, Musa Ahmad-Suwidyo kalah dengan Ahmad Pairin-Mustafa. Ahmad Pairin-Mustafa memperoleh 302.935 suara atau 52,93 persen dan Musa Ahmad-Suwidyo meraih 269.382 suara atau 47,07 persen.

Kemudian pada Pilkada 2015, Musa Ahmad yang anggota DPRD Lamteng dari Partai Gerindra kembali bertarung. Musa mengundurkan diri dari kursi legislatif dan maju dari jalur independen sebagai cawabup mendampingi Mudiyanto Thoyib. Empat pasang calon yang bertarung adalah Mustafa-Loekman yang diusung PDIP, PKS, Partai Demokrat, PAN, PKPI, dan Partai Hanura plus didukung Partai Golkar dan PPP; Gunadi Ibrahim-K.H. Imam Suhadi yang diusung Partai Gerindra dan PKB serta Mudiyanto Thoyib-Musa Ahmad (independen); dan Samidjo-Fatoni (independen). Dari jumlah suara sah sebanyak 618.519, Mustafa-Loekman menang telak dengan perolehan suara 393.356, disusul Gunadi Ibrahim-K.H. Imam Suhadi yang memperoleh 128.721; Mudiyanto Thoyib-Musa Ahmad meraih suara 86.808; dan Samidjo-Fatoni meraih 9.634 suara. (sya/sur)

Komentar

Rekomendasi