oleh

Kompetensi Anak Harus Terkelola dengan Baik

RADARLAMPUNG.CO.ID– Ada enam kompetensi yang diharapkan pada tumbuh-kembangnya anak di jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD). Yaitu agar moral dan agamanya baik, fisik dan motoriknya terasah, aspek kognitifnya meningkat, kemampuan berbahasa, terbina jiwa seni dalam dirinya, dan berkembang karakter emosionalnya.

Keenam kompetensi tersebut, tegas Direktur PAUD Ditjen PAUD dan Dikmas Kemenikbud RI Dr. Muhammad Hasbi, harus terkelola dengan baik. Sekalipun selama masa pandemik Covid-19 berlangsung dimana guru dan anak punya keterbatasan bertatap muka secara fisik.

”Jangan sampai anak itu tumbuh-kembangnya tergganggu karena adanya pandemik ini,” tandas Hasbi usai membuka Orientasi Teknis Peningkatan Kompetensi Pendidik PAUD yang diselenggarakan Balai Pengembangan (BP) PAUD dan Dikmas Provinsi Lampung di Hotel Arinas Bandarlampung, Selasa (8/9).

Sebagaimana diketahui, lanjut Hasbi, sebelumnya guru memegang peran penting dengan adanya kesempatan belajar tatap muka dengan anak. Sementara selama masa pandemik ini, kesempatan itu hilang. Belajar anak PAUD pun kini bergantung pada kompetensi orang tua. ”Di sinilah kita mengidentifikasi persoalan dan berupaya membuat strategi bagaimana agar orang tua bisa menjadi pendidik di rumah,” terang Hasbi didampingi Kepala BP PAUD dan Dikmas Lampung Khairullah, M.Si.

Untuk itu, Ditjen PAUD dan Dikmas Kemenikbud RI membuat panduan-panduan yang ditujukan untuk guru dan orang tua agar mampu melaksanakan pembelajaran di rumah. Karena kalau tidak, menurutnya ini cukup riskan. Kemungkinan anak-anak PAUD tidak akan belajar di rumah.

”Jadi, kita menyiapkan 12 panduan bagi guru dengan berbagai tema pembelajaran untuk dikerjasamakan dengan orang tua anak didik. Khusus orang tua, kita juga menyiapkan 30 panduan terkait berbagai tema yang kira-kira dapat disampaikan kepada anak-anaknya di rumah selama masa pandemik,” jelasnya.

Harapannya, imbuh Hasbi, panduan tersebut dapat membantu para orang tua anak PAUD melaksanakan tugas sebagai pendidik di rumah. ”Jadi, guru memfasilitasi orang tua dan orang tua dapat melaksanakan tugas memendidik anaknya,” tukas Hasbi.

Diketahui, Orientasi Teknis Peningkatan Kompetensi Pendidik PAUD se-Provinsi Lampung ini berlangsung dua tahap. Pertama diikuti 120 peserta di dua tempat mulai 7 hingga 10 September 2020. Yakni 60 peserta di Hotel Arinas Bandarlampung dan 120 peserta di Hotel POP Bandarlampung. Selanjutnya tahap kedua yang berlangsung minggu depan akan diikuti 120 peserta.

”Total pesertanya 300 orang. Mereka guru PAUD dari 15 kabupaten/kota se-Lampung. Jadi, masing-masing kabupaten/kota mengutus 20 peserta,” terang Staf Analis Pengembangan PAUD Bidang Program BP PAUD Dikmas Lampung Nasib Wasito, Senin (7/9). (rim/apr/rim)

Komentar

Rekomendasi