oleh

Sempat Diwarnai Ketegangan, Sidang Sengketa Ike-Zam Berlanjut

RADARLAMPUNG.CO.ID-Sidang sengketa pilkada calon perseorangan Ike Edwin-Zam Zanariah di kantor Bawaslu setempat berlanjut, Rabu (9/9).

Sempat terjadi ketegangan kala agenda pemanggilan saksi digelar. Saat itu, tengah agenda pemanggilan saksi termohon yakni Ketua RT di berbagai tempat di Bandarlampung atas gugatan pemohon Ike-Zam, tentang verifikasi faktual dukungan.

Berdasarkan keterangan Rido (37), salahsatu warga yang berada di lingkungan Bawaslu Kota Bandarlampung, saat itu tiba-tiba dia mendengar suara ramai dan bersorak. Kemudian melihat anggota kepolisian mengamankan salahsatu orang kemudian langsung dibawa ke Mapolres.

“Cepat kok bang terjadinya. Tapi sekarang sudah dibawa ke Polres katanya. Enggak sempat rusuh kok. Cuma kaca jendela yang kecil yang di ruang sidang itu yang pecah. Kan orang-orang bisa lihat dari luar dan berkumpul di bawah situ,” kata dia.

Meski sempat ada ketegangan, sidang sengketa tetap berlanjut. Terkait sidang itu, Ike Edwin menilai saat penghadiran saksi belum menghadirkan RT yang dimaksud. Di mana, yang didatangkan oleh Bawaslu adalah perwakilan Adhoc. “Kami menginginkan yang hadir adalah skitar 60 Ketua RT itu. Kalau ad hoc dihadirkan silakan saja. Tapi tidak mewakilkan RT itu,” kata dia.

Dang Ike melanjutkan, berdasarkan temuan tim nya di lapangan, ada dugaan inimidasi terhadap timnya saat melakukan verifikasi dukungan calon perseorangan miliknya. “Keterlibatan Aparat RT. Adanya intervensi terhadap pendukung. Tidak boleh menghadiri verfak di Posko. Ini kan masalah. Kami menginginkan RT-RT itu hadir agar kami bisa mendalami. Mengapa bisa terjadi seperti itu?,” kata dia.

Dia juga menyesalkan pada sidang sebelumnya, dalam agenda menghadirkan saksi PPK dan PPS, juga tidak dihadiri termohon yakni PPK dan PPS. Termohon ini dimina dihadirkan atas dugaan perubahan data pleno dari kelurahan dan kecamatan.

“Ratusan PPS dan PPK. Tidak hadir, hanya karena alasan menghadiri rakor DPS. Apa benar-benar tidak bisa dihadirkan? Apa mereka takut? Kalau datang akan terlihat kesalahannya?. Sebab kami punya bukti semua data data perubahan itu. Data di kelurahan berbeda, tapi data yang ada di Kecamatan berbeda,” ucapnya.

Dia menilai, apa yang dilakukannya selama ini sudah benar dan tanpa pelanggaran. “Saya tidak meminta macam-macam kok. Saya hanya minta angka saya dikembalikan. Jika ditotal, semua saya sudah melebihi dari ambang batas kok,”kata dia.

Sampai saat ini Dang Ike tetap optimis bisa maju sebagai kontestan pilwakot. “Jika pun tidak, saya sudah siapkan tim hukum dan kita sabar. Jika sudah selesai, hari ini kita akan ke Polda dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu,” kata dia. (abd/wdi)

Komentar

Rekomendasi