oleh

Warung Atsiri Polinela Solusi Peningkatan Perekonomian dimasa Pandemi Covid-19

Radarlampung.co.id – Tim  Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) Politeknik Negeri Lampung, melalui pendanaan Kemenristek BRIN tahun 2020, mengembangkan usaha Warung Atisiri Polinela.

Tim yang diketuai Muhammad Tahir bersama kedua anggotanya Cholid Fatih dan Mareli Telaumbanua menjelaskan, Warung Atsiri Polinela, terbentuk melalui beberapa  proses produksi bahan baku terdiri dari Pala, Sereh dan Nilam. Dilahan onsite dan offsite untuk keberlanjutan produksi yang bekerjasama dengan beberapa Kelompok tani didaerah Lampung Selatan dan Pesawaran.

“Nah, bahan dasar Warung Atsiri Polinela itu dilakukan penyulingan, Pengemasan dan pemasaran,” ungkap M.Tahir.

Hasil produk Warung  Atsiri Polinela

Tahir menyampaikan bahwa Pengembangan substansi dilakukan untuk menunjang proses produksi. Kegiatan tersebut, meliputi Penyusunan draft SNI minyak atsiri, pengujian kualitas minyak atsiri, asesmen kualitas minyak atsiri, dan pengesahan dokumen SOP penyulingan.

Kemudian, peningkatan output menjadi 1000kg/bulan melalui penambahan bahan baku non nilam (sereh, pala). Seleksi calon operator yang berasal dari mahasiswa tingkat akhir, workshop penyulingan, pengenalan unsur K3, dan uji kompetensi operator penyulingan.

Selanjutnya, perumusan model pemasaran offline dan online, serta workshop pemasaran. Pendaftaran produk pada Dewan Atsiri Nasional, pameran dan expo di Kementerian Perindustrian, serta Penyusunan draft ISO minyak atsiri (GSO ISO / TR 210, GSO ISO 11024-1 dan 11024-2, dan GSO ISO 356). Pengujian kualitas minyak atsiri, asesmen kualitas minyak atsiri, dan pengesahan dokumen SOP penyulingan.

“Hasil Produk ini diharapkan pada program PPUPIK supaya tersedia Dokumen Pedoman Budidaya dan penyulingan, tempat uji kompetensi bidang Penyulingan Atsiri serta produk atsiri dengan nama warung atsiri Polinela yang dapat dimanfaatkan menjadi income berkelanjutan dalam memberikan inovasi dan solusi sebagai obat luar (digigit serangga, nyeri otot, dan Flu). Bahkan, Atsiri tersebut dapat digunakan sebagai handsanitizer sangat bermanfaat dimasa Pandemi Covid-19,” bebernya.

Selain income berkelanjutan, untuk institusi Polinela sekaligus memberikan solusi peningkatan perekenomian masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 khususnya Kelompok Tani Binaan Polinela. “Kami (Polinela) juga siap sebagai agen pemasaran produk tersebut, “Tutup Tahir. (gie/yud)

Komentar

Rekomendasi