oleh

BLT Desa Terganjal Kurang Rp4 Miliar, Kemendes DRTT Minta Bantuan ke Kemensos RI

 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Di masa pandemi Covid-19 ini banyak sektor-sektor yang terkena dampak ekonomi. Tak termasuk di wilayah sektor desa-desa.

Untuk itu pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes DRTT) terus berupaya menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT).

Tetapi, hal ini masih terganjal kendala dikarenakan dana BLT itu masih kurang Rp4 miliar untuk disalurkan ke 7000an keluarga penerima manfaat (KPM) hingga akhir tahun ini. Yakni sampai bulan Desember.

“Kita sudah meminta kepada Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk mengcover kekurangan dana itu,” kata Menteri DRTT: Abdul Halim Iskandar, Sabtu (12/9), usai menjalani pertemuan di Gedung Pusiban, Pemprov Lampung.

“Dan nanti KPM tersebut akan segera di laporkan dan sampaikan ke Kemensos,” tambahnya.

Selain itu kata dia, kunjungan dirinya ke Lampung ini pun untuk bersosialisasi ke beberapa kabupaten. Ini tentunya untuk mengarah pembangunan desa di tahun 2021 kelak.

“Kami pun juga melakukan penguatan agar penggunaan dana desa ini sebagai representasi kehadiran pemerintah kepada para masyarakat desa,” kata dia.

“Sedangkan untuk penyaluran anggaran di tahun 2021 tak akan ada perubahan. Ada sekitar Rp72 triliun di RAPBN,” bebernya.

Sementara itu, melalui Wakil Gubernur Lampung: Chusnunia Chalim bahwa pihak Pemprov Lampung akan mengeluarkan dana desa yang nantinya diperuntukkan seluruh desa di Lampung.

“Ini dana nya juga untuk dialokasikan agar tujuan pembangunan desa pun meningkat. Kesejahteraan masyarakat desa maju. Serta bisa menuntaskan penanggulangan kemiskinan,” jelasnya.

Untuk di Lampung di tahun ini pihaknya mengalokasikan dana desa itu sebesar Rp2,427 triliun. Saat ini sudah direalisasi Rp1,875 triliun. Dengan persentasi sebesar 77,25 persen.

Sedangkan dari realisasi itu dana desa yang dipergunakan kegiatan BLT desa sebesar Rp490 miliar. “Mengcover 269.598 kepala keluarga,” ucapnya.

Sedangkan untuk kegiatan Padat Karya Tunai (PKT) realisasi sebesar Rp487 miliiar dengan menyerap 70.937 tenaga kerja. “Untuk kegiatan sarana prasarana tercatat sebesar Rp1,1 triliun dan telah terealisasi sebesar Rp532 miliiar atau 48,46 persen,” jelasnya.

“Dan sejauh ini penyelenggaraan dan pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan di desa melalui dana desa dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya. (ang/yud)

Komentar

Rekomendasi