oleh

Komisi II DPR : Ike-Zam Bisa Banding ke PTTUN

RADARLAMPUNG.CO.ID- Jalan bakal pasangan calon (bapaslon) Ike Edwin-Zam Zanariah untuk ikut kontestasi Pilwakot Bandarlampung makin terjal. Hal ini lantaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bandarlampung menolak semua objek sengketa yang diajukan Ike-Zam, Sabtu (12/9).

Fenomena jalan terjal bapaslon independen ini juga jadi sorotan dari Komisi II DPR RI. Zulfikar Arse Sadikin, anggota Komisi II DPR RI menyatakan, jalan bapaslon Ike-Zam masih terbuka untuk melakukan gugatan. Ike-Zam, lanjutnya, masih bisa banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN). “Masih bisa banding, ke PTTUN,” katanya kepada radarlampung.co.id Sabtu (12/9).

Dijelaskan Zulfikar, di masa covid-19 seperti ini, keselamatan merupakan hal yang utama. Termasuk, lanjutnya, dalam melakukan verifikasi terhadap dukungan bapaslon independen. “Di situasi normal. Memang harus ditemui. Namun di masa covid-19 ini dimungkinkan bisa lewat online,” kata kader Partai Golkar ini.

Artinya, lanjut Zulfikar, verifikasi faktual menggunakan media seperti zoom atau whatsapp call bisa dilakukan sepanjang memang valid. “Ini persoalannya dia yakin gak tatap muka bisa aman dan selamat,” katanya.

Zulfikar sendiri dalam rapat kerja Komisi II dengan Mendagri, Bawaslu, KPU dan DKPP beberapa waktu lalu menyatakan bahwa bahaya covid-19 yang mengintai di Pikada serentak belum disadari sepenuhnya.

Menurutnya, apabila ada sesuatu hal dalam tahapan yang tidak memenuhi protokol kesehatan itu harus segera dihentikan. “Seperti ketika masa pendaftaran itu,” ujarnya.

Dirinya juga meminta apabila di suatu daerah dinyatakan zona hitam covid-19 maka KPU dan Bawaslu harus berani melakukan penundaan pilkada. “Jangan nanti kita pada suatu saat saling menyalahkan. Jangan saling mengkambing hitamkan. Dan jangan lempar tanggung jawab. Kalau sudah menuju 9 Desember kesana ya hayuk,” katanya. (wdi)

Komentar

Rekomendasi