oleh

Bayi 18 Bulan Menjadi Satu dari 49 Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kurun dua hari, penambahan kasus Covid-19 di Lampung tercatat 93 kasus. Data ini berasal dari penambahan kasus pada Sabtu (12/9) sebanyak 44 kasus dan Minggu (13/9) 49 kasus baru.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung Reihana mengatakan, dari 49 kasus hari ini, 7 orang dari Lampung Tengah, lalu Pesawaran (1), Bandarlampung (21), Lampung Timur (2), Lampung Barat (7), Lampung Selatan (7), Pringsewu (1), Metro (1), Lampung Utara (1), dan Tulangbawang (1).

“Dari total konfirmasi positif per Minggu sebanyak 49 orang, 36 di antaranya merupakan hasil tresing dan 13 orang merupakan kasus baru. Kemudian 19 orang di antaranya tengah menjalani isolasi di rumah sakit, dan 30 orang menjalani isolasi mandiri,” beber Reihana.

Untuk pasien konfirmasi nomor 556 sampai 559 dari Lampung Tengah merupakan hasil trasing dari pasien nomor 407. Semuanya saat ini sedang menjalani isolasi di salah satu rumah sakit pemerintah di Lampung.

Pasien 560 sampai 562 dari Lampung Tengah merupakan hasil trasing dari pasien 472, saat ini sedang menjalani isolasi di salah satu rumah sakit pemerintah di Lampung Tengah.

“Pasien 563 laki-laki bayi 18 bulan, dari Pesawaran merupakan tracing kasus 503. Pasien saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Pasien 564 sampai 566 dari Bandarlampung merupakan hasil trasing dari pasien 463, saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Pasien 567 sampai 569 dari Bandarlampung, merupakan hasil trasing dari pasien 501. Pasien saat ini sedang menjalani isolasi mandiri,” tambahnya.

Pasien 570 sampai 572 dari Bandarlampung, merupakan hasil trasing dari pasien nomor 503. Pasien saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Pasien 573 sampai dengan 575 dari Bandarlampung juga merupakan hasil trasing dari pasien 426 dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.

Pasien 576 laki-laki 36 tahun dari Lampung Tengah tapi berdomisili di Bandarlampung, merupakan hasil trasing dari pasien 426, saat ini sedang menjalani isolasi di salah satu rumah sakit swasta di Bandarlampung. Pasien 577 perempuan 34 tahun dari Bandarlampung merupakan hasil trasing dari pasien 475, saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.

Pasien 578 perempuan 45 tahun dari Bandarlampung merupakan hasil trasing dari pasien 504 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Pasien 579 laki-laki 38 tahun dari Bandarlampung merupakan hasil kasus baru dan saat ini sedang dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Bandarlampung.

Pasien 580 laki-laki 50 tahun dari Bandarlampung, juga kasus baru saat ini sedang menjalani isolasi di salah satu rumah sakit swasta di Bandarlampung. Pasien 581 perempuan 45 tahun dari Bandarlampung, juga merupakan kasus baru saat ini sedang dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Bandarlampung.

Pasien 582 laki-laki 27 tahun dari Bandarlampung merupakan hasil trasing dari pasien nomor 555 dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.

“Pasien 583 laki-laki 33 tahun dari Bandarlampung merupakan hasil trasing, dari pasien 463 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Pasien 584 perempuan 45 tahun dari Lampung Barat domisili di Bandarlampung, merupakan kasus baru saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Pasien 585 laki-laki 25 tahun dari kabupaten Lampung Timur juga merupakan kasus baru yang merupakan pelaku perjalanan dari Ogan Komering Ilir, Sumsel dan saat ini sedang menjalani isolasi pada salah satu rumah sakit di kabupaten Lampung Timur,” tambahnya.

Pasien 586, merupakan kasus baru dan memiliki riwayat perjalanan dari Balikpapan, Kalimantan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Pasien 587 laki-laki 73 tahun dari Lampung Barat merupakan hasil trasing dari pasien 589, saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.

“Pasien 588 perempuan 11 bulan dari Lampung Barat merupakan anak dari 589 dan melakukan juga perjalanan dari Ciamis, Jawa Barat dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Pasien 589 perempuan 32 tahun dari Lampung Barat juga juga pelaku perjalanan dari Ciamis dan ibu dari pasien 588. Pasien saat ini sedang menjalani isolasi mandiri,” katanya.

Pasien 590 perempuan 34 tahun dari Lampung Barat merupakan pelaku perjalanan dari Palembang, saat ini sedang melakukan isolasi mandiri. Pasien 591 perempuan 63 tahun dari Lampung Barat merupakan orang tua dari 589 dan tinggal satu rumah dengan pasien 589. Pasien saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.

Pasien 592 laki-laki 62 tahun dari Lampung Barat, merupakan kasus baru saat ini sedang menjalani isolasi mandiri dan juga memiliki riwayat perjalanan dari Palembang.

“Pasien 593 laki-laki 40 tahun dari Lampung Barat merupakan juga kasus baru saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Pasien nomor 594 sampai 599 dari kabupaten Lampung Selatan merupakan hasil pressing dari pasien 501, 502 dan 503. Pasien saat ini sedang menjalani isolasi di salah satu rumah sakit swasta di kota Bandarlampung. Pasien nomor 600 laki-laki 31 tahun dari Lampung Selatan merupakan kasus baru, saat ini sedang menjalani isolasi di tempat yang telah disiapkan oleh suatu perusahaan,” lanjutnya.

Pasien 601 perempuan 23 tahun dari Pringsewu, merupakan trasing dari pasien nomor 466 dan saat ini sedang isolasi mandiri. Pasien nomor 602 laki-laki 53 tahun dari kota Metro merupakan kasus baru dan saat ini sedang menjalani perawatan di ruang isolasi salah satu rumah sakit pemerintah di kota Metro.

Pasien 603 perempuan 44 tahun dari kabupaten Lampung Utara merupakan kasus baru, pasien seorang pedagang yang membuka warung di rumah. Pasien saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Pasien 604, perempuan 52 tahun dari kabupaten Tulangbawang, merupakan hasil pressing dari pasien 555 saat ini sedang melakukan isolasi mandiri.

Untuk pasien yang telah selesai isolasi dalam arti sembuh ada 13 orang, yaitu 5 orang dari kabupaten Lampung Tengah, 7 orang dari kabupaten Pringsewu, dan 1 orang dari kabupaten Lampung Utara.

“Pasien sembuh di antaranya pasien nomor 388, 391, 417, 418, 422 dari Lampung Tengah. Kemudian pasien nomor 404, 405, 406, 407, 408, 409 dan 410 dari Kabupaten Pringsewu. Kemudian satu orang dari Lampung Utara pasien nomor 480,” jelas Reihana.

Sementara ada satu kasus meninggal dunia per Minggu (13/9). Pasien asal Tanggamus yang meninggal merupakan pasien nomor 487. Pasien meninggal usai memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta pada 3 September.

“Hari ini ada satu konfirmasi kematian yaitu dari Tanggamus, pasien 487 laki-laki 34 tahun, pada 3 September baru pulang dari Jakarta. Kemudian pada 7 September terkonfirmasi Covid-19 dan menjalani perawatan di salah satu ruang isolasi dengan keluhan demam, batuk, dan pilek. Pada 13 September terjadi perburukan dan berjalan pada pukul 05.10 WIB dinyatakan dokter meninggal dunia dan pemulasaran jenazah dilakukan secara Covid-19,” tandasnya. (rma/sur)

Komentar

Rekomendasi