oleh

FUIB Lampung Kutuk Keras Aksi Penusukan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Aksi penusukan Syech Ali Jabber menuai keprihatinan dari berbagai kalangan. Salah satunya dari Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Lampung.

Ketua FUIB Lampung Dr. K.H. Bukhori Abdul Shomad, M.A., langsung mengeluarkan pernyataan sikap pasca aksi penusukan tersebut. Pernyataan sikap itu berisi 6 poin.

Pada poin pertama, FUIB mengutuk keras penusukan yang biadab terhadap ulama Rabbani Syech Ali Jabber. Poin berikutnya, FUIB meminta aparat penegak hukum untuk memproses pelaku dan menghukumnya seberat mungkin.
“Kami juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk mencari aktor intelektual di balik aksi penusukan tersebut,” kata Bukhori Abdul Shomad saat dihubungi Minggu (13/9) malam.

Pria yang juga menjabat Ketua Umum Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Lampung ini mensinyalir ada aktor intelektual di balik aksi penusukan. Indikasi itu muncul berdasarkan cerita Syech Ali Jabber yang menjadi korban penusukan.

Menurut Syech Ali Jabber, pelaku penusukan masih muda dan sangat kuat. Terbukti, pisau yang digunakan sampai patah saat penusukan terjadi. “Pelaku terindikasi telah terlatih. Menurut Syech Ali Jabber, penusukan dilakukan dari atas ke bawah. Ini mengindikasikan pelaku cukup tahu apa yang harus dilakukannya,” kata Bukhori Abdul Shomad.

Untuk itu, FUIB pada poin ke empat pernyataan sikapnya mengimbau kepada seluruh para dai dan daiyah, ustad serta ulama untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika berdakwah.

“FUIB juga meminta kepada seluruh umat Islam untuk bersatu melawan segala bentuk kejahatan dan meminta kepada seluruh umat Islam untuk siaga penuh dan terus mengawal ulama-ulama dalam berdakwah,” tegasnya.

Diketahui, akibat penusukan itu, Syech Ali Jabber terluka di bagian lengan atas sebelah kanannya. Dia harus mendapat 10 jahitan karena luka yang cukup dalam. Masing-masing 6 jahitan di bagian dalam dan 4 jahitan di bagian luka luarnya.

Pasca penusukan, Syech Ali Jabber tetap melanjutkan jadwal yang telah disusun panitia. Tadi malam, ulama berkharisma asal Madinah ini tetap mengisi kajian di Masjid Baiturrohim, Korpri, Sukarame, Bandarlampung.

Di chanel resmi YouTube-nya, Syech Ali Jabber menjelaskan, peristiwa penusukan itu baru pertama kali dialaminya selama 12 tahun berdakwah di Indonesia.

“Ini merupakan pengalaman baru bagi saya. Yang saya sudah 12 tahun berada di Indonesia mengajak masyarakat menjaga iman. Menjaga kebersatuan, menjaga kebersamaan, damai, sejahtera. Ternyata nasib saya di Bandarlampung mengisi acara malah terjadi seperti ini,” jelasnya.

Menurutnya, saat itu Allah SWT menakdirkan datang salah seorang yang berniat jahat kepada dirinya. “Alhamdulillah Allah SWT pun selamatkan saya dari pembunuhan. Dengan menakdirkan saya secara refleks mengangkat tangan ke atas di depan leher, sehingga hanya menusuk lengan kanan,” katanya.

“Tusukan cukup keras dan kuat sampai separuh pisau masuk ke dalam. Tapi Alhamdulillah hanya di tangan bukan di leher. Sampai patah pisaunya. Saya sendiri yang lepaskan pisaunya yang patah di dalam,” imbuhnya.

Menurutnya, kejadian itu merupakan pelajaran bagi dirinya. “Dan ini mudah-mudahan Indonesia tetap menjaga sejahtera. Kita bersatu untuk memperjuangkan Alquran di negeri Indonesia kita tercinta,” ungkapnya. (fik)

Komentar

Rekomendasi