oleh

Pasar Rakyat Unila Dibuka, Wujud Kepedulian ke Pengusaha UMKM dan Ekonomi Kerakyatan

RADARLAMPUNG.CO.ID-Grand opening Pasar Rakyat Universitas Lampung (Unila) digelar , Minggu (13/9). Pasar Rakyat berlokasi di komplek gedung GSG dibuka Rektor Unila Prof. Dr. Karomani M.Si. Sebelumnya Unila juga sukses membuka taman agrowisata atau kebun buah melon. Dalam acara tersebut turut hadir Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Wakil Rektor IV serta para pejabat Unila lainnya.

Gagasan pembuatan Pasar Rakyat Unila diawali dengan keinginan Rektor Unila mewujudkan lingkungan kampus yang hijau, bersih dan tertib. Karena itu bersamaan dengan pembukaan pasar rakyat Unila pada hari yang sama dicanangkan program “car free day” yaitu program bebas kendaraan bermotor di lingkungan Kampus di hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional.

“Saya bangga kini Unila sudah menjadi universitas rakyat. Pasar ini mendekatkan unila dengan rakyat. Sesuai tridarma perguruan tinggi. Saya juga menghimbau buat mahasiswa belajarlah wirausaha disini. Kurangi dulu demo, saat pandemi begini kita pikirkan gimana bisa bertahan, untung-untung bisa membuka lapangan kerja” jelas Rektor Unila Prof Dr. Karomani M.Si.

Karomani juga memberi arahan kepada para mahasiswa agar tidak pernah putus asa dalam berwirausaha. Menurutnya, untung dan rugi dalam berwirausaha merupakan hal yang biasa.

“Jangan takut rugi, jangan takut susah. Rugi hal biasa dalam usaha. Orang susah itu selalu mikir gimana cara bertahan hidup. Dulu kalau saya gak susah mungkin sekarang saya gak jadi rektor,” katanya.

Ditempat yang sama, Wakil Rektor II Asep Sukohar mengucapkan terimakasih kepada PT Coca Cola Amatil Indonesia-Lampung, yang sudah mensupport Pasar Rakyat Unila dengan menyumbangkan 6 unit tempat sampah.

“Dalam pengelolaan pasar rakyat maupun kebin buah ini selain bertujuan untuk kepentingan akademik mahasiswa dan dosen, juga rekreasi masyarakat. Meski masih pandemi covid-19, tapi semangat kita untuk berinovasi tatap hatus kuat” tandasnya.

Sementara, direktur Badan Pengelola Usaha (BPU) Unila Mustofa Endi Saputra Hasibuan mengatakan, Pasar Rakyat Unila merupakan salah satu bentuk kepedulian kampus kepada masyarakat.

“Sebagai wujud implementasi tridarma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat, keluarlah ide Pasar Rakyat Unila ini. Ini juga sebagai bentuk kepedulian unila pada pengusaha mikro dan ekonomi kerakyatan.” terangnya.

Endi sapaan akrab direktur BPU unila menambahkan, Pasar Rakyat Unila sangat ketat dalam memerapkan protokol kesehatan Covid-19. Pedagang dan pengunjung wajib pakai masker dan mencuci tangan ditempat yang sudah disediakan. Serta mewajibkan para pedagang menyediakan hand sanitizer.

“Sebelum jualan pedagang kami arahkan untuk terapkan protokol kesehatan. Sekarang sekitar 100 pedagang sudah jualan disini. Bayar cuma 5 ribu untuk sekali dagang. Kita tetap seleksi dulu, mana yang bisa dagang di sini” jelasnya.

Masih menurut Endi, Pasar Rakyat yang dikelola oleh Badan Pengelola Usaha (BPU) Unila sendiri dibuka hanya di akhir pekan, yaitu pada hari sabtu dan minggu.

“Rencananya dibuka hari sabtu, minggu sama hari libur nasional. Dari jam 6 pagi sampai jam 12 siang” pungkasnya.(den/wdi)

Komentar

Rekomendasi