oleh

Ratusan Burung Kembali Diamankan, Flight dan Tahura akan Bangun Pos Pemantauan Satwa

RADARLAMPUNG.CO.ID – Ratusan burung tanpa dokumen lengkap berasal dari luar Lampung, kembali diamankan Balai Karantina Pertanian Lampung, BKSDA Seksi Konservasi Wilayah III Lampung, Flight: Protecting Indonesia’s Birds dan Polres Lampung Selatan, saat akan menyeberang melalui Seaport, Bakauheni.

Penangkapan ini hanya selang beberapa hari pihak Balai Karantina Pertanian Lampung menggelar forum grup discussion (FGD). Ada sekitar 986 ekor burung yang berhasil diamankan. Pengamanan ini pun dilakukan pada Sabtu (12/9) lalu. Dibawa sebuah bus umum asal Riau.

Burung-burung yang berhasil diamankan yakni: 510 Prenjak, 39 Cipow, serta 68 Pleci. Ada juga 131 Jalak, 44 Sikatan, 90 Crocol, 7 Cucak Biru, 30 Ranting Jantan, 10 Cucak Ijo, 12 Jomin, dan 6 Conin.

Tak menunggu lama, pihak Balai Karantina Pertanian Lampung, BKSDA Seksi Konservasi Wilayah III Lampung, Flight: Protecting Indonesia’s Birds dan Polres Lampung Selatan pun langsung melepas liarkan burung-burung ini ke Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman (WAR).

Kasi Perlindungan KSDAE Pemberdayaan Masyarakat UPTD KPHK Tahura Wan Abdul Rachman: Bayu Askari menjelaskan, Tahura WAR secara habitat sangat cocok menjadi lokasi pelepasliaran burung. Sebab ketersediaan air dan pakan alami yang dibutuhkan burung masih sangat banyak ditemukan.

Dalam rangka penguatan fungsi, Tahura WAR telah menandatangani nota kesepahaman dengan Flight: Protecting Indonesia’s Birds dalam upaya mendukung pelestarian satwa burung dan habitatnya.

“Kegiatan yang dilakukan bersama antara lain memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian satwa burung, melalui pemasangan plang himbauan dan larangan berburu,” katanya, Minggu (13/9).

“Lalu melakukan pemantauan pasca pelepasliaran satwa burung sebagai upaya menjaga dan memastikan bahwa burung yang sudah dilepasliarkan tidak ditangkap oleh para pemburu, kegiatan pemantauan ini dilakukan sampai dengan hari ketiga pasca pelepasliaran,” tambahnya.

Tak hanya itu saja, dengan dukungan Flight, Tahura WAR juga akan membangun Pos Pemantauan Satwa. Kedepan dengan adanya Pos Pemantauan Satwa ini diharapkan dapat meminimalisir terjadinya perburuan satwa terutama jenis burung.

Pun di samping itu juga akan mengembangkan wisata minat khusus pengamatan satwa burung (bird watching). Bagaimana pengunjung atau wisatawan bisa menikmati keindahan burung dan kicauannya di alam bebas. Sekaligus wisatawan dapat merasakan forest healing.

Sementara itu, Direktur Komunikasi FLIGHT Nabila Fatma mengatakan upaya edukasi dan awareness kepada masyarakat sangat penting dilakukan untuk melestarikan burung liar kita, selain upaya penindakan dan penegakan hukum terhadap para pelaku penyelundup dan pedagang ilegal.

Dirinya menambahkan, apa yang dilakukan FLIGHT tidak hanya membantu petugas untuk melakukan penindakan kepada penyelundup dan pedagang illegal. “Tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi melindungi burung liar untuk tetap hidup di habitat alaminya,” kata dia.

“Dengan membangun ecotourism, di antaranya kegiatan bird wacthing di Tahura WAR semoga masyarakat bisa semakin menyadari penting dan indahnya burung untuk tetap hidup di habitat alaminya,” pungkasnya. (ang/sur)

Komentar

Rekomendasi