oleh

Sempat Tak Tertarik Dengan Pertanian, Kini jadi Pebisnis Bunga Hias Sukses

RADARLAMPUNG.CO.ID-Sempat tidak tertarik sama sekali, Evi Nuryanti justru kini jatuh cinta dengan dunia pertanian khususnya tanaman hias. Yanti, sapaan akrabnya, sukses menjadi pebisnis bunga.

Ya, Yanti menjual berbagai macam bunga seperti bonsai elemen, bonsai dalam pot, aglonema, antorium, dan bermacam bunga lainnya. Serta saat ini ia juga tengah mencoba berjualan kaktus impor yang sangat digemari, Kaktus Gymno. Koleksi-koleksi tersebut bisa ditemui di  toko bunganya Jl. Morotai Kota Bandarlampung

“Dulu awal-awal saya masih dibantu mertua dan orang tua, dan memang petani kopi tapi sudah punya ilmunya. Kalau saya memang buta sekali, pegang tanah saja masih kerasa takut kotor, takut kukunya kotorlah. Tapi kan tak kenal maka tak sayang. Setelah tahu tekniknya, caranya, lalu ini harus dikasih apa biar hidup. Ternyata gampang sekali bertani itu,” jelas wanita kelahiran Metro tersebut.

Tak terasa, sudah sekitar 11 tahun, Evi menjalani bisnis berjualan bunga. Namun, ada cerita mengharukan juga saat ia awal-awal merintis bisnis tersebut. Yanti sempat menolak dengan ide suaminya yang menyuruhnya untuk berbisnis jual beli tanaman hias.

“Karena memang suami yang mengoleksi tanaman itu. Setiap liburan, kita tidak ke mall atau ke mana, tapi ke kebun, cari bunga. Kita kumpulin satu-satu. Lalu, suatu saat, salah satu koleksi kami ada yang ingin membeli dengan harga yang lumayan. Nah, dari situ, suami bilang kenapa tidak saya saja yang menjualnya, tapi saya tidak mau,” ceritanya.

Lalu, saat awal baru akan merintis, ia sempat ditinggal suami pindah dinas ke Manado dalam keadaan hamil muda, sehingga suaminya menyerahkan bisnis tersebut kepada Evi yang benar-benar buta mengenai tanaman bunga.

“Dengan tertatih- tatih, sedang hamil muda pula, ya dijalani juga, lambat laun ada yang datang. Tapi saat itu, saya masih berkeinginan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil. Saya selalu melamar jadi PNS sampai usia 35 tahun, tidak juga diterima. Akhirnya saya pasrah di taman bunga,” ulas ibu beranak dua tersebut.

Seiring jalannya waktu, lanjutnya, bunga-bunga koleksinya ada yang membeli, taman bunga miliknya pun mulai dikenal, dan ramai pengunjung. Selama berjualan, ia pernah menjual salah satu bunga dengan harga hingga mencapai Rp 65 juta, yaitu Black Beauty.

Namun, keberhasilan ia membangun taman bunga, juga ia pernah merasakan jatuh bangun, dan merugi. “Kadang kalau lagi musim kemarau atau kekurangan air, terkadang tanamannya ada yang kurang sehat, dan akhirnya mati. Itu sempat rugi juga,” imbuhnya.

Saat ini dengan menjamurnya taman bunga di Kota Tapis Berseri, Yanti harus mempunyai strategi dan inovasi agar tidak ditinggalkan pelanggannya. Seperti, ia juga menjual berbagai macam pot, peralatan bonsai, dan lainnya.”Kita harga bersaing dari taman-taman yang lain, kemudian juga kita meningkatkan pelayanan,” katanya.

Menurutnya, saat menjalani sebuah bisnis, maupun profesi, harus yakin dan tekun. Jika berubah-ubah, kapan akan bisa maju. “Jalani satu tapi fokus pasti nanti ada jalannya untuk kita,” ucapnya. (rur/wdi)

 

Biodata Singkat

Nama              : Evi Nuryanti
Panggilan       : Yanti
TTL                 : Metro, 6 Maret 1977
Nama suami : Rino Gumpar Hutasoit
Nama anak   : Geu dan Gera

Riwayat pendidikan

SD 2 Bakhu Lampung Barat
SMP 1 Belalau Lampung Barat
SMIP Satu Nusa Teluk Betung
S1 Ekonomi Akuntansi, Universitas Bina Darma Palembang

Komentar

Rekomendasi