oleh

UM Lampung Menangkan Pendanaan Program Pemberdayaan Masyarakat Skema UKM Indonesia Bangkit

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kementerian Riset dan Teknologi atau Badan Riset dan Inovasi Nasional mengumumkan Universitas Muhammadiyah Lampung sebagai Pemenang Pendanaan Program Pemberdayaan Masyarakat – UKM Indonesia Bangkit. Pengumuman dilaksanakan secara daringonline melalui aplikasi zoom. Pengumuman disampaikan langsung oleh Menteri Riset dan Teknologi Prof. Bambang Brodjonegoro dari Gedung Kementrian Riset dan Teknologi. Senin (14/9).

Muhammad Dimyati selaku Plt. Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan menyampaikan, sesuai dengan arahan menteri pada saat awal pandemi Covid-19, di mana Kemenristek/BRIN diharapakan dapat membantu semua UMKM. Termasuk meminta dan mendorong kampus PTN dan PTS terutama para dosen agar melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Karena tugas dosen tidak hanya mengajar tetapi juga melakukan pengabdian kepada masyarakat.

Para dosen, lanjut Dimyati, diminta mengimplementasikan programnya untuk 1 UKM/UMKM dan para dosen diharapkan tidak bekerja sendiri, setidaknya terbagi menjadi kelompok yang terdiri dari minimal 4 dosen dari berbagai disiplin ilmu dalam satu kelompok.

Ia mengungkapkan, total proposal yang masuk berjumlah 3.716, namun sekitar 1.068 yang lulus substansi, lalu hanya 50 yang lulus lanjutan. Terakhir, diambil hanya 29 proposal lanjutan yang menjadi pemenenang berasal dari PTN dan PTS dari seluruh Indonesia.

“Peta sebaran pemenang pendanaan program ini diantaranya di Bali ada 4 judul, Lampung 2 judul, Yogyakarta 1 judul, Jawa Barat 1, Jawa Tengah 1, Jawa Timur 1, Kalimantan Selatan 2, Maluku dan Papua 1, Sulawesi Selatan 2 dan Sumatera Selatan 1 judul,” ungkapnya.

Sementara, Menristek/Kepala BRIN Prof. Bambang Brodjonegoro menjelaskan, untuk menjadi negara maju terlebih di negara kawasan asia, maka mau tidak mau inovasi menjadi bagian penting dalam perekenonomian. UMKM mempunyai peran penting dalam perekonomian Indonesia.

“Istilah unicorn sering kita dengar berasal dari startup. Perguruan Tinggi diharapkan dapat memberdayakan UKM, maka dibutuhkan kerjasama yang baik antara pemerintah, Perguruan Tinggi dan industri. UKM diharapkan punya daya saing terlebih yang berbasis teknologi. UMKM kita dapat naik kelas dari UMKM mikro menjadi UMKM makro,” terangnya.

Ia menambahkan, salah satu faktor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi diantaranya, SDM yang berdaya saing yaitu dapat memunculkan hal yang kreatif dan inovatif dengan menciptakan ekosistem yang mendukung kebebasan berfirkir, berekspresi, berkreasi, serta berusaha.

Terpisah, Rektor UML Dr. Dalman, M.Pd., menyatakan kebanggaannya terhadap dosen yang lolos menjadi salah satu pemenang dalam program pendanaan Program Pemberdayaan Masyarakat Skema UKM Indonesia Bangkit. Dari total 3.716 proposal yang diajukan, salah satunya adalah milik Dosen UML yang dinyatakan lolos dalam program tersebut.

“Selamat dan sukses serta apresiasi yang setinggi-tingginya saya sampaikan kepada Ibu Ruslaini, M.E.Sy., dan tim atas capaian yang luar biasa tersebut,” kata Dalman.

Untuk diketahui, Universitas Muhammadiyah lampung menjadi salah satu perwakilan yang dipercaya ditunjuk langsung oleh kemenristek untuk mempresentasikan proposal yang dibuat. Ketua tim yaitu Ruslaini, dipercaya untuk mempresentasikan proposalnya bersama tim dengan judul “Peningkatan Manajemen dan Pemasaran UMKM OJESA (Ojek Sahabat Wanita)”. (rur/rls/sur)

Komentar

Rekomendasi