oleh

Cerita Tim ANNABA Dampingi Syeikh Ali Jaber, Usai Dapat 10 Jahitan Tetap Ingin Tepati Jadwal

RADARLAMPUNG.CO.ID-Semangat Syeikh Ali Jaber (SAJ) untuk menyampaikan dakwah tak surut akibat peristiwa penusukan terhadap dirinya, Minggu (3/9). Bahkan setelah insiden penusukan itu, SAJ masih tetap memenuhi janjinya menyambangi rumah Hijrah ANNABA. Di tempat itu, SAJ makan malam bersama para guru ngaji di Annaba dan safari dakwah di Masjid Baiturrohim Korpri Sukarame.

Muhammad Ilham selaku Tim Ikrom & Antar Jemput (ANNABA) menceritakan, pada Minggu (13/9) pagi, Syeh Ali menuju Probolinggo Lampung Timur untuk mengisi kajian. Jadwal ketika itu pukul 10.00 WIB. Perjalanan ditempuh sekitar 6 jam pulang pergi. Tim tiba kembali di Kota Bandarlampung sekitar pukul 15.00 WIB. Kemudian sekitar pukul 16.00 WIB, tim jemput mengantar SAJ ke Masjid Fallahudin Tamim untuk mengisi kajian.

“Hingga kejadian tersebut terjadi, kami langsung membawa Syeikh Ali ke puskesmas terdekat. Kurang lebih sekitar 2 jam beliau menjalani perawatan selesai sekitaran jam 19.30 malam langsung menuju hotel. Kami menawarkan ke beliau, agar Syeikh Ali tidak usah ke ANNABA. Biar nasi kebuli kami antarkan ke hotel saja untuk makan malam,” ujarnya.

Namun, lanjutnya, SAJ tetap akan hadir ke rumah hijrah ANNABA untuk makan malam. “Masya Allah beliau luar biasa fisiknya. Walau sambil menggendong tangannya yang baru dijahit hingga 10 jahitan, beliau mendatangi Rumah Hijrah ANNABA untuk makan, dan memberikan tausiyah serta semangat. Sekaligus memberikan penjelasan kejadian yang dialaminya. Masya Allah luar biasa, beliau dari siang belum makan karena memang beliau makan dalam sehari hanya sekali. Meskipun tertimpa musibah darah keluar banyak saat kejadian namun fisik beliau tetap segar, dan semangat,” katanya.

Ia menambahkan, semoga masyarakat bisa mengambil pelajaran dari SAJ akan semangat dakwah dan keikhlasaannya serta ketahanan fisiknya.”Saya tahu persis beliau di mobil walau jalan 3 jam pun tidak tidur. Namun beliau selalu mengaji tilawah dan berzikir, masya allah semoga kita para dai bisa mencontohnya,” tutupnya. (rur/wdi)

Komentar

Rekomendasi