oleh

Lampung Promosikan Peluang Investasi

radarlampung.co.id – Provinsi Lampung mendapat giliran untuk mempromosikan peluang investasi dalam kegiatan The 3rd Indonesia Investment Day, Selasa (15/9). Ini merupakan kegiatan KBRI yang sudah sukses digelar sejak 2018. Kegiatan ini banyak diikuti investor Singapura dan negara lain.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto yang turut hadir dalam kegiatan ini mengatakan, Pemerintah Provinsi Lampung sangat mendukung semua upaya Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan investasi yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Semoga acara ini dapat bermanfaat bagi pembangunan daerah dan juga mendukung program kita untuk meningkatkan kesejahteraan sebagian besar rakyat Indonesia,” katanya, Selasa (15/9).

Dia mengatakan, Provinsi Lampung merupakan pintu gerbang menuju Pulau Sumatera yang terletak di ujung selatan Sumatera dan sangat dekat dengan ibu kota Jakarta. Penerbangan ke Bandarlampung dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta hanya membutuhkan waktu 45 menit.

Situasi ini membuat Provinsi Lampung menjadi tempat yang strategis. Lampung juga terdiri dari 13 kabupaten dan 2 kota.  Dengan 9,7 juta penduduk, Provinsi Lampung merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Pulau Sumatera.

Di samping itu, Lampung juga dikenal sebagai penghasil berbagai jenis hasil pertanian dan perkebunan, sehingga dapat mendukung Ketahanan Pangan Nasional.

Diantaranya dengan produk sentra utama ubi kayu yang menduduki peringkat pertama di Indonesia dengan produksi sekitar 5 juta ton, Lampung juga menyumbang 30 persen untuk produksi ubi kayu Indonesia. Adapula Kopi Robusta dengan produksi 110 ribu ton atau 16 persen dari produksi nasional.

Selain itu, Lampung juga dikenal sebagai sentra padi dengan produksi mencapai 2,1 juta ton dan menjadi salah satu lumbung pangan nasional. Kemudian komuditi jagung dengan produksi mencapai 2,4 juta ton.

“Komoditi unggulan lainnya yakni lada hitam, tebu, kelapa sawit, karet dan kakao. Serta lumbung sapi dengan populasi 819 ribu ekor,” tandasnya.

Sebelum pandemi COVID-19, pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung selama 3 tahun terakhir sangat baik.  Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17 persen pada tahun 2017, meningkat menjadi 5,25 persen pada tahun 2018 dan akhirnya meningkat menjadi 5,27 persen pada tahun 2019.

Namun pada pertengahan Maret 2020, pandemi COVID-19 melanda Indonesia, termasuk Lampung.  Dampaknya cukup signifikan terhadap perekonomian Lampung pada triwulan II tahun 2020 yang mengalami kontraksi minus 3,57 persen.

Di tahun 2021, kata dia, diharapkan perekonomian akan pulih melalui berbagai upaya dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan untuk mengupayakan segala upaya guna menanggulangi COVID-19.

Dari acara ini, pihaknya menawarkan berbagai macam peluang investasi di Lampung. Seperti, pengembangan Kawasan Wisata Terpadu Bakauheni, Kawasan Industri Tanggamus, dan Way Laga Bizpark: Kawasan Industri dan Gudang Terpadu.

“Dalam hal dukungan infrastruktur darat, jalan tol yang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera telah dioperasikan. Dengan demikian, pengangkutan orang dan barang menjadi lebih cepat dan lebih murah,” tambahnya.

Sementara dari sisi laut, selain pelabuhan penyeberangan Bakauheni, terdapat beberapa pelabuhan potensial di Provinsi Lampung untuk mendukung pengembangan wilayah seperti Pelabuhan Regional Mesuji, Pelabuhan Sebalang, Pelabuhan Batu Balai, dan Pelabuhan Internasional Panjang yang menjadi pelabuhan peti kemas sebagai akses utama perdagangan luar negeri. (Ega/yud)

Komentar

Rekomendasi