oleh

Puluhan Ribu Nomor Ponsel Belum Terverifikasi, Sekolah Harus Konfirmasi

RADARLAMPUNG.CO.ID – Nomor ponsel siswa yang belum terverifikasi dan tervalidasi oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud RI jenjang SD di Kota Bandarlampung mencapai 32.357 nomor ponsel. Menyikapinya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bandarlampung telah menyampaikan persoalan tersebut ke pihak sekolah untuk segera ditindaklanjuti. Supaya, peserta didik bisa mendapatkan bantuan kuota gratis dari Kemendikbud.

Sekretaris Disdikbud Bandarlampung Eka Afriana melalui Kasi Kelembagaan Moelyadi Syukri mengatakan, pihaknya sudah mengimbau sekolah untuk segera mengonfirmasi persoalan tersebut ke siswa yang bersangkutan. Agar, dapat segera memperbaiki data tersebut, sebab verifikasi dan validasi data nomor ponsel siswa tahap I berakhir pada 15 September, tapi diperpanjang hingga 25 September mendatang.

“Kami instruksikan sekolah untuk segera menanyakan hal itu ke orang tua ataupun siswa yang bersangkutan bahwa nomornya tidak valid. Alhamdulillah, waktu verifikasi dan validasi juga diperpanjang. Semoga ditambahkannya waktu ini, akan didapatkan hasil yang kita harapkan,” katanya, Selasa (15/9).

Sementara, operator Dapodik atau tim sistem informasi dan manajemen Disdikbud Bandarlampung Suwanto menambahkan, kendala yang dihadapi para operator sekolah terletak pada server pusat yang sering susah untuk diakses. Ditambah, untuk satu siswa proses verifikasinya pun membutuhkan waktu lama.

“Kendalanya memang di server. Karena mungkin berbarengan seluruh Indonesia, jadi terkadang susah diakses. Kalau untuk validasi langsung di pusat, jadi Pusdatin mengambil data dari Dapodik,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang ada diverval ponsel, untuk jenjang SMP di Bandarlampung, total nomor ponsel yang sudah diinput sebanyak 45.637, sedangkan yang aktif berjumlah 35.084, dan residu atau belum lolos verval sebanyak 10.553 nomor ponsel. Siswa yang sudah mencetak surat pertanggunggjawaban mutlak sebanyak 2.584 siswa sebagai keabsahan data yang diberikan.

Untuk jenjang SD di Bandarlampung, nomor ponsel siswa yang sudah diinput berjumlah 91.731, yang aktif nomor ponselnya 59.374, dan residu mencapai 32.357.

Suwanto menambahkan, nomor ponsel siswa yang masuk ke residu ada beberapa kemungkinan, seperti nomornya tidak aktif karena masa tenggang habis, nomornya hanya digunakan untuk keperluan kuota, data pemilik nomor tidak sama dengan data di dapodik misalkan NIK yang digunakan pada nomor ponsel tidak sama dengan NIK dari keluarga yang bersangkutan ataupun kemungkinan lainnya. Sebab, kewenangan untuk memverifikasi dan memvalidasi nomor ponsel tersebut di Pusdatin. (rur/sur)

Komentar

Rekomendasi