oleh

40 Persen Warga Belum Sadar Pentingnya KB

RADARLAMPUNG.CO.ID – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia (BKKBN-RI) mengklaim bahwa angka kesadaran melakukan Keluarga Berencana (KB) di Indonesia mencapai 60 persen. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala BKKBN-RI Hasto Wardoyo saat memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia tahun 2020 di Tulangbawang, Lampung, Rabu (16/9).

Hasto mengungkapkan, saat ini pasangan suami istri yang mau menggunakan modern kontrasepsi mencapai 60 persen. Meski begitu, ia menyadari program KB di Indonesia masih harus dimaksimalkan lagi kedepannya. Mengingat angka total perempuan melahirkan jika dirata-rata masih di angka 2,3 sampai 2,4.

“Di tahun 2024 targetnya harus 2,1,” ungkapnya saat ditemui wartawan usai penganugerahan Manggala Karya Kencana di GSG Menggala.

Sementara, saat ini angka perempuan melahirkan di usia 15 sampai 19 tahun masih tergolong tinggi. Yakni masih di atas angka 28 sampai 29 per seribu. Pihaknya sendiri menargetkan angka di bawah 20. “Karena itu masih terlalu muda untuk hamil dan melahirkan,” terangnya.

Untuk target angka unmeet need atau orang yang tidak ingin menambah anak tapi tidak memakai KB masih di atas 10 persen. Pihaknya mengakui masih memiliki pekerjaan rumah karena harus mengejar sampai angka 8 persen.

Mantan Bupati Kulonprogo tersebut juga mengungkapkan jika usia baik perempuan untuk menikah yakni di umur 21 tahun. Sementara untuk laki-laki adalah 25 tahun.

Di usia itu, rongga panggul perempuan sudah siap untuk mengandung anak. Sebaliknya, jika di bawah 20 tahun akan meningkatkan resiko kematian pada ibu dan bayinya.

Untuk laki-laki, harus berumur lebih dewasa dari perempuan. Karena biasanya akan sering terjadi cekcok jika perempuannya lebih dewasa. (nal/sur)

Komentar

Rekomendasi