oleh

Penjelasan Kadiskes Lampung Soal Hasil Rapid Tes Reaktif Karyawan Bank

RADARLAMPUNG.CO.ID-Satgas Penanganan Covid-19 Lampung angkat bicara terkait kabar karyawan Bank di Lampung reaktif saat pemeriksaan rapid tes covid-19. Menurut Jurubicara Satgas Reihana, hasil pasti belum bisa diketahui.

“Sampai saat ini belum ada informasi positif (pegawai bank), dan kalau baru reaktif (rapid tes) kan belum konfirmasi positif. Jadi kalau konfirmasi positif baru akan kita ekspos. Kalau reaktif arti nya kan ditubuh nya sudah ada antibodi sebagai bentuk perlawanan virus yang masuk,” beber Reihana.

Namun virus apakah itu, lanjutnya belum dapat diketahui. Karena itu dilanjutkan dengan swab. Dan akan dirilis jika pasien telah benar terkonfirmasi Covid-19 berdasarkan hasil swab.

Sementara, pasien positif Covid-19 di Lampung bertambah 21 orang sementara pasien yang sembuh juga tercatat sebanyak 21 orang per Kamis (17/9). Sehingga total kasus di Lampung sebanyak 687 kasus, dengan kematian konfirmasi 26 kasus dan telah selesai isolasi sebanyak 428 orang.

Reihana menyatakan penambahan 21 kasus baru ini terdiri dari 9 orang dari Bandarlampung, 5 orang dari Lampung Barat, 3 orang dari Pesisir Barat, 1 orang dari Lampung Utara, 1 orang dari Lampung Selatan, 1 orang dari Lampung Tengah, 1 orang dari Pesawaran.

“Dari 21 kasus penambahan, 13 diantaranya merupakan kasus baru dan 8 orang hasil tracing,” beber Reihana.

Untuk Pasien Nomor 667 laki-laki 19 tahun dari Lampung Selatan, merupakan kasus baru memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah yaitu Jakarta saat ini sedang dirawat/isolasi di rumah sakit pemerintah yang ada di provinsi Lampung. Pasien nomor 668 perempuan 37 tahun dari Pesawaran merupakan kasus baru. Pasien merencanakan untuk melahirkan secara operasi sesar dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Kemudian untik Pasien 669 laki-laki 52 tahun dari Lampung Tengah, pasien merupakan kasus baru saat ini sedang menjalani isolasi di salah satu rumah sakit di Lampung Tengah. Kemudian untuk pasien nomor 670, 671 dan 672 dari Pesisir Barat yang merupakan hasil tracing dari pasien nomor 552 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri,” beber Reihana.

Selanjutnya, pasien 673 perempuan 47 tahun dari Bandarlampung. Pasien merupakan kasus baru yang juga merupakan riwayat perjalanan dari Jawa Tengah kondisi sedang menjalani isolasi dirawat di rumah sakit milik Polri. Pasien nomor 674 perempuan 69 tahun dari Bandarlampung, pasien merupakan kasus baru dan telah dinyatakan meninggal dunia.

“Jadi saat ini pasien ini memiliki riwayat penyakit hipertensi dan juga maag kronis. Pada Selasa (15/9) dilakukan pemeriksaan rapid test dengan hasil reaktif dan dilanjutkan dengan swab hasilnya terkonfirmasi Covid-19.  Namun pada Rabu (16/9) malam pasien ini  di rujuk ke rumah sakit pemerintah yang ada di provinsi Lampung karena yang bersangkutan mengalami perburukan. Pada Kamis (17/9) pagi dinyatakan oleh dokter telah meninggal dunia, dan pemulasaran jenazah dilakukan secara Covid-19,” tambahnya.

Pasien nomor 675, perempuan 64 tahun dari Bandarlampung merupakan kasus baru dan pernah kontak dengan pasien 454 yang telah meninggal. Pasien saat ini sedang dirawat di salah satu rumah sakit pemerintah di kota Bandarlampung. Pasien 676 perempuan 43 tahun dari Bandarlampung, merupakan hasil tracing dari pasien 584 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.

“Pasien nomor 677 laki-laki 74 tahun dari Bandarlampung merupakan kasus baru saat ini sedang menjalani isolasi di rumah sakit swasta di Bandarlampung. Selanjutnya  pasien  678 perempuan 29 tahun dari Bandarlampung merupakan hasil tracing dari pasien 555 saat ini sedang dirawat di rumah sakit Polri di BandarLampung dan pasien 679 laki-laki 66 tahun dari Bandarlampung merupakan kasus baru dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit pemerintah yang ada di provinsi Lampung,” lanjutnya.

Kemudian pasien 680 laki-laki 52 tahun, merupakan kasus baru  dari Bandarlampung saat ini sedang dirawat di salah satu rumah sakit yang ada di Bandarlampung. Pasien 681 perempuan 33 tahun dari Bandarlampung kasus baru saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Selanjutnya pasien 682 perempuan 17 tahun dari Lampung Utara merupakan kasus baru yang bersangkutan memiliki riwayat  berkumpul dengan teman-teman berapa hari sebelum mengikuti tes untuk masuk sekolah kedinasan, saat ini sedang menjalani isolasi mandiri,” tambahnya.

Selanjutnya, pasien 683 laki-laki 57 Tahun di Lampung Barat merupakan kasus baru saat ini pasien sedang dirawat di rumah sakit umum daerah di Lampung Barat, pasien 684 laki-laki 22 tahun dari Lampung Barat merupakan hasil tracing dari pasien 584 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri dan  pasien 685 perempuan umur 35 tahun dari Lampung Barat merupakan hasil tracing dari kasus pasien 590 dan 592 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.

Kemudian Pasien 686 perempuan 23 tahun dan Lampung Barat merupakan hasil tracing dari pasien 591 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri dan pasien 687 laki-laki 44 tahun dari Lampung Barat merupakan kasus baru yang memiliki riwayat perjalanan ke berbagai daerah bersama kelompok pengajian saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.

“Kemudian ada 21 pasien yang dinyatakan selesai isolasi. Mereka yaitu 15 pasien dari Lampung Utara, 2 orang dari kota metro, 2 orang dari kota Bandarlampung, 1 orang dari Way kanan dan 1 orang dari kabupaten Pesawaran,” lanjutnya. (rma/wdi)

Komentar

Rekomendasi