oleh

Cegah Covid-19, Pengawasan Level Pemprov Hingga Desa Harus Dikencangkan

RADARLAMPUNG.CO.ID-Pekon dan tiyuh punya peran penting dalam menekan penularan covid-19. Hal ini terungkap dalam diskusi pekon/tiyuh Pekhang Melawan Corona di Sai Bumi Ruwai Jurai, Menguak strategi pentahelix Lampung melawan Covid-19 Jumat (18/9). Diskusi digelar melalui aplikasi zoom.

Salah satu anggota DPR RI asal Lampung, Hanan A. Razak mengungkapkan pemerintah pusat hingga aerah sudah melakukan integrasi dan koordinasi melawan covid-19.

“Kebijakan ini kuncinya koordinasi ditingkat provinsi baik, kabupaten, dan desa mengambil peran sesuai arahannya. Dan khusus tingkat desa pada saat reses, saya mendatangi beberapa desa saya menjalani dengan baik. Bahkan di desa di Tulangbawang, setiap desa melakukan pembatasan secara mikro,” beber Hanan.

Saat bulan April Mei, semua pendatang yang masuk kedalam pekonnya dikontrol, dan disiapkan ruang isolasi bagi warga yang baru datang dari luar Lampung. Nah kegiatan ini Kedepannya perlu dilakukan kembali, mengingat dua bulan terakhir ada tanda meningkatnya kasus.

“Namun yang penting yang  perlu dilakukan ialah masyarakat kita ditingkat kelurahan, desa, maka yang sudah dilakukan dikencangkan lagi karena pada saat daerah lain dikendurkan ada tanda-tanda meningkat nya kasus konfirmasi covid-19 diLampung. Maka saya menghimbau seluruh masyarakat Lampung tetap konsisten, disiplin, apa yang digelorakan yang diperintahkan pemerintah mulai pakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan demi menuju desa sehat,” tambahnya.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan saat ini memang ada faktor penyebab naiknya kasus. Mulai Protokol kesehatan yang belum bisa dilaksanakan dengan baik ditingkat masyarakat, maka saya mengeluarkan Pergub 45/2020 soal pedoman adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19.

Kemudian adanya relaksasi  pada provinsi yang mengapit Lampung, yang berefek meningkat nya kasus yang membuat juga berdampak banyak orang yang masuk ke Lampung jadi banyak orang tanpa gejala masuk ke Lampung.

“Maka kami memiliki strategi pendisiplinan dan penegakan hukum prokes perlu dilakukan untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19. Sosialisasi dan edukasi kultural, pembentukan tim pendisiplinan dari Tni, polri, pol pp dan masyarakat, pengawasan pintu masuk, pembatasan berpergian ke zona merah, peningkatan tracing,” tambahnya.

Sementara di Tanggamus, Bupati Tanggamus Dewi Handajani mengatakan dalam melakukan penanganan Covid-19 didaerah pihaknya melakukan beberapa upaya. Yang termasuk menggerakan pekon untuk juga tangggap Covid-19.

“Yang dilakukan mulai satu pekon satu ambulance, mobilisasi masyarakat mudah dan pekon ini menjadi salah satu fasilitas penyuluhan dan edukasi masyarakat. Recofusing anggaran Rp57 miliar untuk mendukung masalah kesehatan, ekonomi dan jejaring  pengamanan sosial,” beber Dewi.

Kemudian ada juga pembangunan ruangan isolasi RSUD, dan membangun ruang isolasi 14 puskesmas rawat inap. “Jadi  ruang isolasi ini kami tujukan untuk kedepan ini diperlukan  bukan hanya pandemi Covid-19 sehingg pelayanan akan lebih baik. Pos jaga di setiap pos dengan  sumberpendanaan dari dana desa, ada pengadaannAPD, bekerjasama bhabinkamtibmas Babinsa. Posko screening perbatasan jga kami dirikan. Ini unruk melindungi masyarakat untuk yang baru datang dari luar. Rapid tes berkala dan ditujkan di tempat keramaian dan petugas kesehatan mulai puskesmas hingga RSU, dan swab pada masyarakat yang perlu dilakukan swab,” tandasnya. (rma/wdi)

Komentar

Rekomendasi