oleh

Sembuh dari Covid-19, Antoni Imam Bersiap Tes Susulan

RADARLAMPUNG.CO.ID-Kabar baik datang dari salah satu calon wakil Bupati Lampung Selatan, Antoni Imam. Beredar informasi bahwa hasil swab Antoni telah dinyatakan negatif Covid-19.

Melalui laman instagramnya Jumat (18/9), Antoni Imam mengabarkan informasi kesembuhan dirinya.

“Alhamdulillah berkat do’a sahabat semua, hari ini saya dapat kabar bahagia. Setelah menjalani test swab kedua pada tanggal 17 September 2020, hari ini hasilnya keluar dan dinyatakan bahwa saya negatif Covid 19,” tulis Antoni.

Meski sudah dinyatakan sembuh, Antoni akan tetap terus mematuhi protokol kesehatan. Seperti masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan.

“Saya dan Pak @h.tonyeka siap mengikuti tahapan berikutnya dalam rangka memenuhi syarat pencalonan kepala daerah pada pilkada serentak 9 Desember mendatang, yaitu mengikuti Test Psikiatri di RS Kurungan Nyawa dan Pemeriksaan Kesehatan Lengkap di RS Abdul Moeloek,” katanya.

Diketahui, Antoni Imam maju di kontestasi Pilbup Lampung Selatan. Kader Partai Keadilan Sejahtera ini berpasangan dengan Tony Eka Candra. Beberapa waktu lalu Antoni Imam terkonfirmasi covid-19 dan harus melakukan isolasi mandiri. Dirinya terpaksa absen mendampingi Tony Eka Candra saat pendaftaran bakal calon kepala daerah Pilbup Lamsel.

Sementara Jurubicara Gugus Tugas Covid-19 Lampung Reihana membeberkan, Jumat (18/9) ada penambahan 7 kasus. Sehingga pasien yang terkonfirmasi di Lampung menjadi 694 pasien.

Reihana mengatakan penambahan 7 pasien covid-19 di Lampung 1 orang dari kota Metro, 4 orang dari kabupaten Lampung Tengah, 1 orang dari kota Bandarlampung dan 1 orang dari Tulangbawang.

“Dari tujuh pasien terkonfirmasi ini, merupakan pasien baru dua orang dan dua kasus merupakan hasil tracing,” jelas Reihana.

Untuk pasien nomor 688 perempuan 64 tahun dari kota Metro merupakan kasus baru dan saat ini sedang melakukan isolasi di salah satu rumah sakit pemerintah di kota Metro. Kemudian pasien 689 dan 690 dari Lampung Tengah hasil tracing dan hasil dari kasus probable.

“Jadi pada Senin (14/9) pasien ini melakukan pemeriksaan rapid tes hasilnya reaktif. Kemudian, Kamis (17/9) tes swab dengan hasil positif saat ini tidak ada keluhan dan sedang menjalani isolasi mandiri. Kemudian pasien 691 laki-laki 39 tahun dari Lampung Tengah merupakan hasil tracing dari pasien 470, yang saat ini sedang menjalani isolasi mandiri,” tambahnya.

Kemudian pasien 692 laki-laki 29 tahun dari Lampung Tengah hasil tracing  dari pasien 472 saat ini sedang menjalani isolasi di salah satu rumah sakit swasta di Lampung Tengah. Pasien nomor 693 perempuan 40 tahun dari Bandarlampung, merupakan kasus baru. Pasien pada tanggal 9 sampai 10 September melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengikuti tes calon taruna. Pasien saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.

Kemudian pasien 694 laki-laki 37 tahun dari Kabupaten Tulangbawang, merupakan hasil tracing dari pasien 555 saat ini sedang menjalani isolasi di rumah sakit di Bandarlampung.

“Ada juga penambahan dua orang yang sembuh atau selesai isolasi yaitu pasien nomor 379 dan  392 dari kota Bandarlampung. Pasien dinyatakan sembuh berdasarkan hasil swab dengan hasil negatif Covid-19 dan telah menjalani isolasi mandiri sebelum diperbolehkan pulang,” lanjutnya.

Sementara  ada satu pasien dinyatakan meninggal dunia. Pasien ini dengan nomor 675 ini membuat total meninggal konfirmasi di Lampung menjadi 27 orang.

“Pasienn 675 sendiri merupakan laki-laki usia 64 tahun dari kota Bandar Lampung. Sebelumnya yang bersangkutan juga pernah kontak dengan pasien covid-19 yang meninggal yaitu pasien nomor 454. Kemudian pada 11 September 2020 pasien mengalami demam dan sesak nafas, pada 13 September pasien langsung dibawa ke salah satu rumah sakit pemerintah di kota Bandarlampung dan langsung dilakukan Rontgen dengan hasil pneumonia,” tambahnya.

Sehari setelah dibawa ke rumah sakit pasien tersebut dilakukan pemeriksaan rapid test dengan hasil reaktif dan dilakukan swab dengan hasil positif Covid-19. Kemudian, 15 September 2020 pasien mengalami pemburukan kondisi. Pada pukul 18.30 WIBdokter yang menangani bahwa pasien dinyatakan meninggal dan jenazah dilakukan dengan pemulasaran Covid-19. (wdi/rma/wdi)

Komentar

Rekomendasi