oleh

Paslonkada Berburu Dukungan eks Bacaden, Pengamat : Tak Ada Kepentingan Abadi

RADARLAMPUNG.CO.ID– Beberapa waktu lalu, mantan bakal calon independent Firmansyah merapatkan barisan ke Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Wali Kota Rycko Menoza-Johan Sulaiman. Belakangan, Bacaden Ike Edwin juga mengikuti jejak yang sama.

Hal tersebut terungkap saat anak mantan Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P itu bertandang lamban kuning Kamis (18/9) malam. Namun, silaturrahmi tidak hanya digelar dengan Bapaslon dengan tagline Ryckojoss saja, akan tetapi juga terlihat dari foto yang beredar, pria yang karib disapa Dang Ike ini juga melakukan silaturrahmi ke M.Yusuf Kohar.

Akademisi Universitas Lampung Dr Dedy Hermawan mengatakan, sikap dari dua mantan bacaden ini sangat dimungkinkan berlandaskan kepentingan. Mulai dari kepentingan yang sifatnya memiliki nilai tertentu, bahkan kepentingan materi.

“Namanya politik, tidak ada kawan abadi, tidak ada lawan abadi, yang ada kepentingan yang abadi,” ucapnya, Jumat (18/8).

Namun, dia mengaku belum bisa memprediksi persis landasan apa yang membuat kedua Bacaden tersebut mendukung salahsatu Bapaslon Wali Kota Bandarlampung.

Memang, kata dia, pemberian dukungan dari mantan bacaden ke Bapaslon Pilwakot memberikan dampak kepada yang didukung. Baik dalam bentuk pendongkrakan suara, kapasitas, dan lainnya. Namun, jika melihat sosoknya, kedua Bacaden belum memiliki popolaritas dan elektabilitas yang memadai.

“Memang tentunya, mereka sendiri yang megetahui alasan aslinya. Tapi, perspektif substansi demokrasi atau dukung mendukung hendaknya berbasis kesamaan nilai, visi, misi dan agenda pembangunan untuk kota yang lebih baik,” imbuhnya.

Diketahui, bapaslon Rycko Menoza-Johan Sulaiman merapat ke Ike Edwin. Hal ini terungkap dalam kunjungan Rycko-Jos ke Lamban Kuning, Kamis malam (17/9). Ike Edwin sendiri hampir dipastikan tak bisa mengikuti pilkada dari jalur independen.

“Kedatangan kita untuk silaturahmi. Harapan kita, visi misi yang dimiliki pak Ike mudah-mudahan bisa memperkaya tujuan kita untuk Bandarlampung Baru,” kata Rycko.

Ia berharap, rekam jejak Dang Ike sebagai seorang tokoh adat yang pernah menjadi bagian Forkopimda Lampung bisa ikut mengawal proses demokrasi di Bandarlampung.

“Supaya yang menjadi pilihan masyarakat, tidak menjadi celah maupun intimidasi dari aparatur dengan hasilnya bisa sesuai harapan masyarakat,” tegasnya.

Sementara Dang Ike mengaku senang dengan orang-orang yang penuh kesantunan dan kehormatan seperti Rycko Menoza.

“Karena kita harus mengajarkan kepada masyarakat. Bagaimana berpolitik santun, damai, saling menghormati. Sebagaimana kakaknya, saya terima adik saya,” kata Dang Ike.

Mantan Kapolda Lampung ini juga tidak membantah akan mendukung Rycko-Jos.

“Pokoknya, mana yang terbaik kita haràpkan jadi. Kalau mereka terbaik, ya harus dukung. Kenapa tidak dukungannya lari ke sini semua. Karena orangnya santun, bermartabat, berbudi dan saling menghormati,” sebut dia.

“Saya tidak apa-apa tidak jadi wali kota, asal mereka (Rycko-Jos) berdua jadi wali kota,” tegas Dang Ike. (abd/wdi)

Komentar

Rekomendasi