oleh

Dua Siswa SMA Al Kautsar Wakili Lampung LDBI Tingkat Nasional

Radarlampung.co.id – Dua siswa SMA Al Kautsar, mewakili Provinsi Lampung pada Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) Tingkat Nasional pada Oktober mendatang.

Lomba Debat Bahasa Indonesia dan National School Debating Championship 2020 ini, digelar oleh Pusat Prestasi Nasional Sekretariat Jenderal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ajang bergengsi ini diikuti oleh 3.300 peserta dari 34 provinsi dan 4 wilayah Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) yaitu Wilayah Singapura, Bangkok, Thailand, Riyadh Arab Saudi, Tokyo Jepang. Pengumuman pemenang tingkat Provinsi dilakukan pada 18 September 2020.

“Alhamdulillah, dua siswa Al Kautsar meraih juara 2 dan 3, serta mewakili Lampung ke ajang LDBI Tingkat Nasional yang akan dilaksanakan pada Oktober nanti,” kata Kepala SMA Al Kautsar, Eko Anzair, Senin (21/9)

Eko mengaku bangga dan bersyukur. Sebab, baru kali ini Tim Debat Bahasa Indonesia SMA Al Kautsar bisa mewakili Provinsi Lampung ke tingkat Nasional. “Mohon doanya semoga di Tingkat Nasional nanti tidak mengecewakan Provinsi Lampung dan memperoleh hasil terbaik,” ujar Eko.

Tiga besar jawara LDBI yang lolos ke tingkat nasional yaknj Rayhan Raffa Alkhansa (SMAN 1 Kota Gajah) degan skor final 299, Firas Hazel Wavi (SMA Al Kautsar) skor 297, dan Saputra Dewa (SMA Al Kautsar) skor 296.

Sementara itu, guru pembina lomba bahasa Indonesia, Septinah Welasih mengatakan, Lomba Debat Bahasa Indonesia digelar secara daring pada 7-11 September 2020. Peserta mengirimkan 2 video untuk dua tahapan. Tahap pertama berupa video pemberian mosi dan peserta memberi tanggapan dan Tahap kedua, pemberian mosi dalam bentuk video ulasan dan peserta memberikan tanggapan.

“Dewan juri telah menerima dan menilai video ulasan dari peserta dan memilih para juara, Alhamdulillah dua siswa Al Kautsar meraih juara 2 dan Juara 3, serta berhak maju ke LDBI tingkat nasional,” kata Septinah.

Menurutnya, sesuai dengan harapan panitia lomba, tujuan kegiatan ini untuk membangun antusiasme dan motivasi yang tinggi dari para peserta didik untuk berprestasi di bidang debat.

Membangun kesadaran dan kepedulian peserta didik akan pentingnya toleransi, kerjasama, dan perbedaan opini sebagai sikap yang harus tumbuh dalam demokrasi yang sehat.

“Lomba debat ini juga untuk mendorong peserta didik memperluas wawasan dan pengetahuan umum agar semakin percaya diri dalam bergaul dan berkomunikasi,” pungkasnya. (gie/yud)

Komentar

Rekomendasi