oleh

PPUPIK Polinela Luncurkan Dua Fudia Marketplace

//Smart Marketplace Food Pedia Berbasis Android//

Radarlampung.co.id – Tim Pengembangan  Usaha Produk Intelektual Kampus Politeknik Negeri Lampung (Tim PPUPIK Polinela)  yang diketuai oleh Dr. Fitriani, S.P., M.E.P bersama anggota tim (Sutarni, Bina Unteawati, Dewi Kania Widiawati, Dayang Berliana), meluncurkan dua program Fudia Marketplace yakni Fudia Marketplace For User dan Fudia Marketplace For Seller.

Dua Aplikasi dengan Platform baru Smart Marketplace Food Pedia Berbasis Android ini merupakan Program PPUPIK yang mendapatkan bantuan melalui pendanaan Kemenristek BRIN tahun 2020.

Ketua Tim PPUPIK Polinela Fitriani, menjelaskan bahwa Fudia Marketplace merupakan aplikasi belanja online berbasis android yang memiliki dua jenis aplikasi yaitu Fudia Marketplace for user (pembeli) dan Fudia Marketplace for seller.

Aplikasi belanja online berbasis android ini, memiliki keunggulan yakni menyediakan berbagai kebutuhan konsumen akan produk pangan dan pertanian, terintegrasi dengan layanan pengiriman untuk pengecekan ongkos kirim dan pelacakan status pengiriman paket.

Lalu, terintegrasi dengan layanan payment gateway yang dapat menghasilkan nomor virtual account dari beberapa bank dan kode pembayaran dari beberapa convenience store seperti indomaret dan alfamart. Aplikasi ini dapat diunduh di Google Play Store.

Tampilan Arsitektur dari Fudia Marketplace

“Proses bisnis pada Fudia Marketplace, dimulai dari Pembeli yang menambahkan item ke keranjang belanja barang apa saja yang akan dibeli, kemudian memilih metode kirim (Ambil di tempat, Ekspedisi) serta memilih metode bayar (Tunai), Transfer, Payment Gateway (Pengecekan Otomatis). Semua transaksi penjualan terekam dalam server dan metode pembayaran langsung terhubung dengan pihak Bank,” ucap Fitriani.

Secara umum, gambaran teknologi MarketPlace Fudia, yakni Pelanggan sebelumnya melakukan pemesanan item menggunakan aplikasi smartphone user Fudia. Kemudian, pelanggan melakukan transaksi pembayaran yang dapat dilakukan secara tunai, transfer, payment gateway  transfer yang dapat dicek secara otomatis yang difasilitasi oleh penyedia payment gateway.

“Nah, setelah itu, transaksi dikonfirmasi oleh operator Fudia (Transaksi tunai atau transfer manual) maka pesanan baru dapat diproses oleh penjual. Data yang diinput melalui aplikasi pelanggan, penjual maupun operator Fudia disimpan dalam sebuah server yang di host pada salah satu provider online server,” ungkapnya.

Menurutnya, Berkaitan dengan arsitektur Sistem yang dibangun, Pelanggan, Penjual dan Operator Fudia melakukan transaksi ke dalam suatu server yang terintegrasi ke Payment Gateway dan API Ongkir dan Pengiriman.

Berbagai produk yang dijual akan tampil sesuai dengan kategori yang telah disediakan oleh aplikasi ini, kategori yang disediakan diantaranya Fudia Bakery,  makanan ringan, buah dan sayur, dan lain-lain.

“Aplikasi ini juga menyediakan fitur tambah produk ke daftar favorit agar pembeli dapat menyimpan produk-produk yang sangat diminati.  Aplikasi ini menyediakan sarana untuk memilih barang apa saja yang akan dibeli yang terlebih dahulu dimasukan pada keranjang belanja,”jelasnya.

Fitriani menambahkan, Aplikasi android ini, juga menyediakan fasilitas tambah, hapus dan edit alamat jika Pembeli akan melakukan perubahan alamat pengiriman. Sementara untuk Fudia Marketplace for Seller dapat dimanfaatkan UMKM pangan dan pertanian.

“Aplikasi ini merupakan laman input store penjualan bagi UMKM berbasis android yang tersedia untuk memperluas pasar dan bisnis usaha sektor pangan dan pertanian,” katanya.

Member UMKM pada halaman utama, dapat melihat informasi total penjualan, overall rating, total produk dan total produk yang sedang tayang. Updating stok, deskripsi, harga dan foto produk dapat dilakukan setiap saat. Member UMKM dapat menonaktifkan produk apabila tidak memiliki stok untuk menghindari pembatalan pemesanan.

“Khusus menu Fudia Marketplace For Seller diantaranya, Penjual dapat menambahkan produk, mengelola stok, harga dan entitas produk lainnya, mengubah status produk, memproses pesanan. Lalu, menambahkan nomor airway bill pesanan (jika menggunakan pengiriman kurir) serta  melihat ulasan produk,” bebernya.

Fitriani menyampaikan, untuk aplikasi Fudia Marketplace for User maupun Fudia Marketplace Seller, membutuhkan seorang operator Fudia yang memiliki tugas dan kewajiban mengelola data dan kategori produk.

Kemudian, meninjau produk yang ditambahkan oleh seller, Verifikasi pembayaran user (Transfer Manual), Mencairkan Dana Penjual, Melihat Laporan Transaksi serta Mengelola Rekening Aktif Fudia untuk Transfer Manual.

“Kami berharap, UMKM yang menjadi Member Fudia seller dapat menggunakannya untuk perluasan pasar, sehingga target ke depan omset meningkat dan  pendapatan tinggi. User konsumen akan lebih mudah dapat kebutuhan aneka produk pangan dan lainnya dengan pembayaran terintegrasi, juga lebih cepat pengiriman barangnya dan memuaskan,” pungkasnya. (gie/yud)

Komentar

Rekomendasi