oleh

Saling Dorong Antara Polisi-Masa Aksi Tak Terelakkan di Kantor Gubernur

RADARLAMPUNG.CO.ID – Ratusan masa yang terdiri dari Aliansi Liga Mahasiswa dan Lampung Memanggil menggeruduk kantor Gubernur Lampung. Adu mulut juga saling dorong dengan para anggota polisi Polresta Bandarlampung mewarnai aksi peringatan Hari Petani Nasional tersebut.

Berdasarkan pantauan radarlampung.co.id, para mahasiswa yang tergabung dari berbagai kampus: Universitas Lampung, Polinela, Darmajaya, Teknokrat, juga masa LMND, buruh, petani, turun memblokade jalanan di depannya.

Pemblokadean dilakukan mahasiswa menggunakan sepeda motor yang dibawanya, namun pihak kepolisian menganggap hal tersebut mengganggu arus lalu lintas sehingga membukanya secara paksa. Terlihat Kabag Ops Polresta Bandarlampung Kompol Arif Rahman Rambe berteriak sembari mendorong kumpulan mahasiswa yang membuat rantai manusia menolak blokadennya dibuka.

Koordinator Lapangan Dika Prasetyo mengatakan, dalam aksinya itu mereka meminta Gubernur datang dan menemui mereka, dan meminta menghentikan omnimbus law juga memberi jaminan pendidikan.

“Ada beberapa tuntutan kita. Di antaranya menghentikan omnimbus law, kemudian tuntaskan kasus agraria di Lampung, realisasikan kartu pertani berjaya, kemudian berikan jaminan biaya pendidikan di masa pandemi untuk mahasiswa dan pelajar. Hingga tuntutan hentikan komersialisasi di masa pandemi,” katanya, Kamis (24/9).

Dirinya mengungkapkan, memang ada perlawanan dari pihak kepolisian maupun penghalangan Polisi Pamong Praja yang tidak memperbolehkan masuk hingga portal besi milik kantor gubernur patah.

“Ya tadi ada sedikit resresifitas, untuk membubarkan masa dan meski belum ada yang menemui, kami akan terus di sini menunggu sampai ada yang keluar,” tandasnya. (mel/sur)

Komentar

Rekomendasi