oleh

UAS Ingatkan Pentingnya Pendidikan Pesantren

 

Radarlampung.co.id – Ustad Abdul Somad (UAS) kembali mengisi ceramah di Lampung. Sabtu (26/9) pagi, UAS berceramah di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Firdaus, Kemiling Permai.

Berdasarkan pantauan, ada ribuan jamaah baik dari ponpes maupun dari luar yang menghadiri ceramah UAS. Para jamaah yang hadir ada yang duduk dan ada pula yang rela berdiri.

Dengan pakaian hitam, UAS berdiri di atas panggung dengan dikawal ketat aparat keamanan mulai dari TNI, Polri, Satpol-PP hingga Banser.

Dalam ceramahnya, UAS menekankan pentingnya pendidikan pesantren untuk anak. UAS menganalogikan jika ponpes bisa menjadi tembok yang kokoh untuk membentengi anak-anak dari pergaulan saat ini seperti pengaruh narkoba, LGBT, dan tentunya selamat dunia dan akhirat.

“Mereka (santri) dididik dari mulai tidur sampai tidur. Sanggup orang tua kontrol anaknya 24 jam? Di pesantren anak diajari dari mulai tidur miring ke kanan sampai baca doa. Sampai cara makan tangan kanan. Yang bisa itu kyai di pesantren,” jelasnya.

“Benteng pertahanan kita sekarang terakhir pesantren. Otak mereka bersih tidak merokok tidak main game online. Hati mereka bersih setiap hari diajarkan jangan hasad, dengki, setelah bersih diisi dengan tawakal, tawadu,” sambung ustad bergelar profesor ini.

UAS juga menganalogikan jika para santriwan dan santriwati ujung tombak perjuangan bangsa termasuk mengusir penjajah. Pun UAS juga mengingatkan peristiwa G30S/PKI dan bahaya laten komunis.

“Kita sudah berhadapan dengan Belanda, Jepang, Komunis dan ini bulan September. Masih ingat kejadian 30 September? Ulama dianiaya. Mau terulang lagi? maka benteng terakhir membentengi anak-anak kita adalah pesantren,” tegasnya.

Di sisi lain, ustad yang pernah bertugas sebagai dosen di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau meminta pesantren juga harus mempengaruhi masyarakat sekitar. Karenanya pesantren harus menyatu dengan lingkungan sekitar. Pun ia mengingatkan agar warga sekitar harus membantu pesantren sehingga bisa mendapatkan pahala jariyah yang besar.

“Masyarakat bersyukurlah di sini ada pesantren. Kalau pesantren kekurangan bantu, datang bawa beras. Saudaraku kalau di dompetmu ada Rp1 juta. Kau sedekah Rp100 ribu. Kau pulang ke rumah mati. Yang mau kau bawa mati Rp900 ribu sisa di dompet tadi apa 100 ribu yang dikasih? Rp100 ribu itulah yang kau berikan untuk menerangi kuburmu. Hari ini kau boleh tertawa, nanti kau mati sedekah- sedekah mu itu di pesantren itu yang kau bawa,” jelasnya.

Sedekah kata UAS juga bisa menyelamatkan seseorang dari azab kubur. Karenanya, ia mengajak para jamaah yang hadir untuk berlomba-lomba mengumpulkan pahala dan berbuat kebaikan.

Di kesempatan itu, UAS juga meminta agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dengan pakai masker, menjaga jarak, dan selalu cuci tangan.(nca/yud)

Komentar

Rekomendasi