oleh

UAS: Mengejar Dunia Ibarat Minum Air Laut, Makin Diminum Makin Haus

RADARLAMPUNG.CO.ID – Setelah tiga hari, Ustad Abdul Somad (UAS) kembali melanjutkan dakwahnya di Lampung. Hari ini (27/9) UAS mengisi ceramah di Masjid Baitul Mukmin, Jalan Soekarno-Hatta, Bypass, Sukabumi, Bandarlampung.

Pantauan radarlampung.co.id, hadir ribuan jamaah di masjid dua lantai tersebut. Bahkan para jamaah rela duduk di pelataran masjid.

Ada beberapa yang disampaikan ustad alumni Al Azhar, Kairo Mesir ini. UAS kagum dengan Lampung karena masyarakat suka dengan pengajian dan majelis ilmu. Meski tidak ada undangan dan banner pemberitahuan, tetap banyak masyarakat datang mengikuti kajiannya.

“Lampung ini orangnya suka dan cinta kepada pengajian, buktinya informasinya tidak di-share aja seramai ini. Sekarang ini aneh, gimana caranya buat pengajian agar jamaah tidak datang. Dahulu kita buat banner besar-besar. Dunia ini suka terbalik-balik,” selorohnya.

Karenanya, ustad bergelar profesor ini meminta kepada jamaah agar tidak mengikuti patokan trend dunia. Karena perubahan yang begitu cepat.

“Dahulu pakai cadar jadi bahan ejekan. Sekarang yang tidak pakai malah itu yang diperhatikan. Kita Jangan tertipu dunia. Yang hari ini jadi satu pedoman boleh jadi sesuatu yang ditinggalkan,” tuturnya.

Selain itu, ia juga mengajak umat Islam untuk bergaul dengan para ulama. Sebab jika bergaul dengan orang baik, tentunya orang tersebut akan baik pula prilakunya. Ia juga mengajak jamaah agar memprioritaskan anaknya bersekolah agama.

Ia mencontohkan bagaimana dirinya yang sudah di-setting sejak kecil oleh kakeknya untuk mengenal ilmu agama agar bisa memberikan nasehat kepada keluarga. UAS kecil pun masuk Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Kemudian S1 di Universitas Al Azhar dan S2 di Maroko serta S3 di Sudan.

“Berniat baiklah ke anak dan cucu sekolah agama. Masalah mau jadi pilot, tentara, polisi, dan sebagainya tidak apa apa yang penting pendidikan dasarnya agama dan Alquran. Tidak harus jadi ustad. Yang penting jadi apapun dia bisa menolong agama Allah,” ungkapnya.

UAS juga mengajak para orang tua untuk mendidik anaknya bersikap jujur. Sebab, meski lima rupiah pun akan ada pertanggungjawaban di akhirat.

“Ajarkan anak-anak jujur. Jangan sampai makan uang haram,” katanya. Ia mengatakan, saat ini banyak manusia yang berambisi mengejar dunia dan menghalalkan segala cara.

“Mengejar dunia ibarat minum air laut. Makin diminum makin haus,” kata UAS.

Karenanya, ia mengajak agar menjadi manusia yang menikmati hidup meskipun secara sederhana. “Zaman sekarang salat ditinggal, kerja banting tulang setelah duit dapat sekoper kena penyakit. Semua nggak bisa dinikmati. Apa lagi nikmat hidup? Orang dahulu hidup sederhana, rezeki ngalir sempat bangun surau. Hari ini kita maknai hidup,” tandasnya. (nca/sur)

Komentar

Rekomendasi