oleh

Lapor Pak Wali, Warga Pengajaran Mengeluh Masalah Sampah

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dianggap kurang perhatian aparat setempat mengenai sampah di sekitar rumahnya, Naziri, warga Jalan Wahidin Sudirohusodo, Rt 13, Lk 02, Gang Merah Putih, Kelurahan Pengajaran, Telukbetung Utara (TbU) mengharapkan wali kota menegur aparat setempat.

Diungkapkan Nazirin, dirinya keberatan dengan banyaknya sampah dari warga sekitar kediamannya yang jatuh ke pekarangan rumahnya. Di mana posisi rumah miliknya yang berada di bawah tentunnya menjadi sasaran jatuhnya sampah dari atas kediamannya.

“Di sini memang banyak warga datangan yang tinggal di tanah milik perumahan Mandala. Nah dari 2004 lalu sudah sering banyak yang buang sampah di sekitar rumah saya sehingga menumpuk, dan saya serta anak selalu menyapunya,” ungkapnya kepada Radarlampung.co.id.

Keberadaan sampah yang telah menumpuk sejak lama tersebut membuat dirinya terganggu dan berharap dapat menjadi perhatian dari aparat setempat dan juga wali kota Bandarlampung untuk mencari solusi bersama.

Naziri pun mengaku telah beberapa kali melaporkan keluhannya ke rt dan lurah setempat, namun belum ada solisi yang membuat dirinya puas. “Juni lalu saya sudah ngomong ke Pak Lurah diserukan musyawarah, karena dua bulan sebelumnya juga RT sudah mengundang untuk musyawarah, namun saya menolak karena lokasinya di masjid, saya maunya dirumah saya biar bisa dilihat langsung keadannya,” terangnya.

Ia pun meminta dilakukan musyawarah bersama dengan tetanggannya yang dianggap sering membuang sampah sembarangan.

“Kalau bisa berlangsung musyawarah tentu enak. Yang diperlukan salah satunya sokli, karena di sini tidak semuannya memakai jasa sokli. Sehingga menghindari limbah dan sampah bertebaran kemana-mana. Karena sering tercium juga aroma tak sedap di kerumah saya,” ungkapnya.

Terpisah Lurah Pengajaran Dede Suganda mengklaim telah mengajak masyarakat kerja bakti mengatasi sampah yang dimaksud, namun yang bersangkutan tidak memberikan.

“Ya itu sampah sudah bertahun dan kemarin itu kita mau ada kerja bakti tapi yang bersangkutan tidak mengasih juga ini repot juga kitanya. Rencannya mau kita bersihin dan bakar yang berdekatan dengan itu gak ngasih,” tuturnya, Minggu (27/9).

“Saya juga gak nyambung maunya gimana orang ini. Makannya warga masyarakat gak mau juga repot, padahal sudah sepakat dengan masyarakat mau kerjabakti dan dibakar sampahnya,” ucapnya.

Dirinya membenarkan bahwa masyarakat Gang Merah Putih tidak semuannya menggunakan jasa sokli untuk mengangkut sampah. “Karena masyarakat disitu agak susah, tapi sudah dihimbau dan rata-rata sudah pakai sokli. Tapi itu sampah sisa lama,” ujarnya.

Ditannya apakah daerah tersebut mayoritas pemukiman liar, Dede pun membenarkan, menurutnya tanah disana milik salah satu perusahaan. “Saya gak ngerti karena baru, itu ada rumah izin sama siapa. Infonya sama RT yang almarhum awal muasalnya,” terangnya.

Namun dirinya menerangkan tetap akan terus melakukan edukasi ke masyarakat mengenai sampah. “Tatap saya lakukan pelan-pelan mengimbau,” tuturnya. (pip/sur)

Komentar

Rekomendasi