oleh

Mantan Bendahara Akui Pemotongan BOK, Bahkan Sempat Hanguskan Barang Bukti

RADARLAMPUNG.CO.ID – Hadir menjadi saksi di persidangan terdakwa dr. Maya Metissa kasus Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Lampung Utara (Lampura), Novrida Nunyai mengakui adanya pemotongan 10 persen dana BOK.

Di hadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampura: Gatra Yudha Pramana, mantan Bendahara Pengeluaran Dinkes Lampura ini pun membeberkan bahwa dirinya mendapat perintah langsung dari Maya Metissa.

“Itu perintah langsung. Pemotongannya 10 persen,” katanya, Senin (28/9).

Lalu, Jaksa menanyakan ke Novrida bagaimana terdakwa Maya Metissa memerintahkan dirinya untuk memotong BOK 10 persen. “Perintah itu di tahun 2017. Saya dipanggil bersama dengan Daning dan Sinta –Kasubag Keuangan. Saya dipanggil ke ruangannya,” kata Novrida.

Dari situ, kata dia, ia pun diberitahu bahwa ada pemotongan sebesar 10 persen. Setiap akan pencairan dana BOK. “Dia (Maya Metissa) meminta saving pencairan dana. Dengan cara pemotongan itu,” kata dia.

Pemotongan itu pun dibenarkan Daning Pujiarti, saat diberitahu akan ada pemotongan itu dirinya sempat kaget dan akan menolak. “Mau gimana lagi, karena kata dia untuk biaya operasional,” ucapnya.

Atas perintah pemotongan itu, Novrida pun mengakui bahwa sering mengantarkan langsung ke terdakwa Maya Metissa. “Sama halnya saya terpaksa memotong karena hanya staf,” bebernya.

Menurutnya lagi, pemotongan BOK itu pun dilakukan setiap per tiga bulan pencairan. “Ada 27 puskesmas,” kata dia.

Setelah dilakukan pemotongan itu, dirinya langsung menyerahkannya ke terdakwa Maya Metissa. “Langsung saya serahkan hari itu juga. Ada yang mengetahui seperti Lila, Sinta, juga Anggun,” jelasnya.

Uang hasil pemotongan itu ia masukkan ke amplop dan langsung diantar ke rumah terdakwa. “Ditemani dengan Lila dan Anggun, saya serahkan di ruang tamu kediamannya,” ungkapnya.

Hal mengejutkan terungkap dalam persidangan ini. Novrida mengaku bahwa dirinya mendapat arahan untuk menghanguskan barang bukti berupa nota pencairan BOK.

“Setelah saya serahkan, dia bilang bahwa untuk jumlah nota yang sudah di-print untuk dihanguskan,” jelasnya.

“Saya hanguskan itu dengan cara dibakar di kantor. Saya bakar besoknya setelah menyerahkan uang. Untuk bentuk input di komputer juga saya hapus,” bebernya.

Lalu, Jaksa menanyakan lagi ke Novrida terkait uang hasil pemotongan BOK itu digunakan untuk apa. “Anda tahu uangnya digunakan untuk apa?” tanya Gatra.

“Enggak tahu. Saya juga enggak dapat jatah,” pungkasnya. (ang/sur)

Komentar

Rekomendasi