oleh

Plt. Kadissos : Baru Ada 355 Puskesos di Lampung

RADARLAMPUNG.CO.ID-Seluruh desa di Lampung yang berjumlah 2.435 desa diminta membuat Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos). Puskesos berguna dalam pendataan penerimaan bantuan sosial di masyarakat. Sehingga, nantinya tak ada lagi warga mengeluhkan soal data penerima bansos. Hal itu disampaikan Plt Kadisos Provinsi Lampung Heryana Romdhony.

“Jadi Pesan pak Dirjen Penanggulangan Fakir Miskin Kemensos kemarin ke Lampung itu berharap semua desa punya pusat kesejahteraan sosial (Puskesos) yang merupakan pusat pelayanan terpadu. Jadi nanti akan tercatat masyarakat yang miskin, cacat, yang memerlukan bansos ada data disitu,” beber Heryana yang ditemui Senin (28/9) di Kantor Gubernur Lampung.

Menurutnya, dengan memiliki Puskesos tiap desa, masyarakat bisa melakukan komplain langsung jika menemukan penerima bantuan yang salah sasaran. “Kemudian juga, Kalau setiap data ada puskesos masyarakat bisa mengadu ke desa, jadi lebih dekat jangkau nya dan persoalan bisa cepat di atasi,” lanjutnya.

Sampai saat ini, lanjut Heryana, baru ada 355 Puskesos di Lampung yang berada di 3 kabupaten. Mulai Mesuji dua desa, Pringsewu 51 desa dan Tanggamus 302 desa dari total 2.435 desa se Lampung.

Selain itu, kunjungan Dirjen Penanggulangan Fakir Miskin Kemensos juga menjadikan beberapa perwakilan kelompok usaha bersama (Kube) di Lampung sebagai percontohan.

Mulai dari Kube di Lampung Selatan yaitu Kube Sejahtera yang telah berhasil. “Jadi di Kube ini semula penyandang masalah kesejahteraan sosial, sekarang sudah jadi sumber kesejahteraan sosial dan sudah bisa membantu masyarakat sekitar. Sekarang juga sudah menjelma menjadi lembaga keuangan mikro, jadi punya usaha kemudian membantu petani karena mayoritas disana petani untuk sama-sama usaha membangun kube desa lainnya,” tambahnya.

Kemudian juga Kube di Metro juga bisa menjadi percontohan, karena sudah menggunakan bantuan teknologi dalam penerapannya. Dari total 22 Kube di Metro, yang sudah menggunakan teknologi sebanyak 14 Kube.

“Kemudian di Metro, Kube nya juga sudah berkembang dan sudah mulai menggunakan teknologi. Jadi dari 22 kube di Metro, 14 diantaranya sudah menggunakan teknologi komputer, disampaing mesin edisi dan menggunakan barcode. Jadi warung kecil tapi sudah bisa melayani banyak jasa. Mulai pulsa, listrik, dsb. Sehingga Kubenya kuat. Makanya Ini akan menjadi model yang akan dikembangkan Kemensos,” tambahnya. (rma/wdi)

Komentar

Rekomendasi