oleh

Tracing Kontak Bupati Lamteng 200 Orang

RADARLAMPUNG.CO.ID-Tracing kontak Bupati Lampung Tengah Loekman  Djoyosoemarto terus dilakukan perluasan hingga kini total 200 orang  telah di tracing.

Hal ini disampaikan juru bicara  satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung Reihana. “Tracing sudah mau 200 orang mungkin saat mau melatakan jabatan beliau bertemu banyak orang. Namun hasilnya belum keluar mudah mudahan tidak ada yang positif. Yang jelss yang kami trasing berdasarkan Kajian mendalam ini dengan orang yang pernah kontak erat,” beber Reihana.

Perihal dipindahkan nya Bupati Lamteng Non Aktif itu ke Jakarta, Reihana juga urung mengetahui yang sebenarnya. “(Soal dibawanya Loekman dan istri ke Jakarta) saya belum konfirmasi dengan kepala dinasnya apakah benar dibawa ke Jakarta,” jelas Reihana.

Sementara selain Loekman, beberapa kasus konfirmasi Covid-19 di Lampung melibatkan pejabat publik. Seperti misalnya Almarhum Wakil Bupati Waykanan, Edward Antoni; Sekkab Pesisir Barat, N. Lingga Kusuma; hingga Bupati Lampung Tengah.

Padahal, Gubernur Lampung telah mengeluarkan surat edaran kepada kepala daerah untuk tidak keluar Lampung sementara waktu dan tidak mengunjungi daerah dengan zona merah. Meskipun tak dapat secara langsung mengetahui kapan terpapar Covid-19, Reihana mengatakan bisa saja terjadi karena belum menerapkan protokol kesehatan dengan benar.

“Mungkin karena yang pasti tidak terlalu ketat menerapkan protokol kesehatan. Masih lalai dalam protokol kesehatan, dan yang paling hati-hati adalah saat kita makan bersama karena membuka masker, itu lah saat nya virus loncat melalui droplet,” beber Reihana.

Dia melanjutkan, masyarakat disarankan sebaiknya tidak menggelar makan bersama, maka bisa diberikan kotak makanan. Sehingga tidaka  ada kesempatan untuk membuka masker.

Sementara penambahan kasus Covid-19 di Lampung per Selasa (29/9) bertambah 24 kasus. Di mana kasus baru membuat total kasus menjadi 875 kasus, dengan 632 kasus diantaranya selesai isolasi.

“Penambahan kasus baru berjumlah 24 kasus berasal dari Lampung Utara 10 kasus, kota Bandarlampung 5 kasus, kabupaten Lampung Selatan 4 kasus, kabupaten Lampung Tengah 2 kasus, kabupaten Tanggamus satu kasus, kabupaten Lampung Timur 1 kasus dan kabupaten Lampung Barat 1 kasus,” katanya.

Dari 24 kasus tersebut kasus baru 10 orang dan hasil tracing ada 14 orang. Dan dari total 24 kasus ini yang dirawat 7 orang yang isolasi mandiri 17 orang.

Pasien 852 perempuan 39 tahun dari Tanggamus merupakan pasien baru, datang pusat pelayanan kesehatan karena mengalami abortus dan kematian janin. Kemudian saat di tes ronsen mengalami pneumonia, dan dilakukan tes didapati hasil positif Covid-19, pasien saat ini sedang dilakukan perawatan di rumah sakit swasta di Pringsewu .

“Pasien 853 laki-laki 42 tahun dari Lampung Timur juga merupakan kasus baru dan merupakan riwayat perjalanan dari Jakarta. Pasien saat ini sedang menjalani isolasi di salah satu rumah sakit pemerintah di Lampung Timur.  Pasien 854 dan 855 dari Lampung Selatan merupakan hasil pressing dari pasien 765 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri,” tambahnya.

Kemudian pasien 856 perempuan 45 tahun dari Lampung Selatan, merupakan kasus baru dan punya riwayat perjalanan dari Jakarta saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Pasien 857 perempuan 18 tahun dari Lampung Selatan juga merupakan kasus baru dan mempunyai riwayat perjalanan dari Medan, Sumatera Utara. Pasien saat ini sedang bergejala dan dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Lampung Selatan.

Pasien 858 laki-laki 21 tahun dari kota Bandarlampung, merupakan hasil tresing dari kasus konfirmasi meninggal probable dari Lampung Tengah saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Kemudian pasien 859, seorang laki-laki 66 tahun dari kota Bandarlampung merupakan hasil tresing dari pasien 762 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.

“Pasien ke 860, seorang laki-laki 71 tahun dari kota Bandarlampung merupakan kasus baru. Pasien masuk ke rumah sakit dengan keluhan mual, mengalami hipertensi dan kolesterol. saat ini pasien sedang dirawat di salah satu rumah sakit pemerintah di provinsi Lampung. Pasien 861 laki-laki 71 tahun dari kota Bandarlampung, merupakan kasus baru dan saat ini sedang menjalani isolasi di rumah karena tanpa gejala,” lanjutnya.

Kemudian pasien 862 laki-laki 46 tahun dari Bandarlampung, juga merupakan kasus baru. Pasien  masuk kerumah sakit dengan keluhan batuk, sesak dan demam. Saat ini sedang dilakukan perawatan di salah satu rumah sakit swasta di Bandarlampung. Kemudian pasien 863 perempuan 22 tahun dari Lampung Tengah. Pasien kasus baru masuk ke rumah sakit karena diperiksa kesehatannya serta sda keluhan. Kemudian pasien dirujuk ke salah satu rumah sakit swasta di Lampung Tengah dan hingga saat ini sedang menjalani isolasi di rumah sakit swasta tersebut.

Pasien 864 laki-laki umur 65 tahun dari kabupaten Lampung Tengah juga merupakan kasus baru. Pasien masuk berobat ke klinik dengan keluhan nyeri dada dan sesak dan saat ini sedang menjalani isolasi di salah satu klinik di Lampung Tengah. Kemudian pasien 865 perempuan 55 tahun dari Lampung Barat, pasien merupakan hasil tracing dari pasien 798 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Kemudian pasien 866 sampai dengan 870 dari kabupaten Lampung Utara yang merupakan hasil trasing dari pasien 806 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.

“Pasien 871 sampai dengan 873 dari Lampung Utara juga merupakan hasil tracing dari pasien nomor 729. Seluruhnya tengah menjalani isolasi mandiri. Kemudian pasien 874 perempuan 44 tahun dari Lampung Utara merupakan hasil trasing dari pasien 808 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri dan pasien 875 perempuan 30 tahun dari kabupaten Lampung Utara. Pasien merupakan kasus baru dan dua minggu yang lalu ada riwayat kontak dengan tamu dari Sumatera Selatan. Untuk saat ini sedang menjalani isolasi mandiri,” tambahnya.

Kemudian untuk yang selesai isolasi atau dinyatakan sembuh ada penambahan 10 orang. Diantara nya pasien dari kabupaten pesawaran sejumlah 6 orang, kota Bandarlampung 2 orang, kabupaten Pringsewu 1 orang, dan kabupaten pesisir barat 1 orang. (rma/wdi)

Komentar

Rekomendasi