oleh

Wahdi Siap Alokasikan Rp8,096 M Dana Pribadi untuk Kampanye

RADARLAMPUNG.CO.ID – Menjadi satu-satunya calon perseorangan yang maju dalam pilkada di delapan kabupaten/kota di Lampung tahun 2020, dokter Wahdi siap alokasikan dana pribadinya untuk kepentingan kampanye.

Diketahui Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Metro dan Liaison officer (LO) keempat pasangan calon (Paslon) telah sepakat batas maksimal dana kampanye Pilwakot Metro tahun 2020 sebesar Rp8,096 miliar.

Saat dikonfirmasi Radarlampung.co.id, dokter Wahdi mengaku siap mengeluarkan dana pribadi sebesar Rp8,096 miliar atau lebih untuk kepentingan kampaye.

“Siap mengalokasikan. Selagi ada nilai untuk masyarakat dan halalan thayyiban. Karena sebagian dari harta kita adalah harta masyarakat, kaum dhuafa, dan fakir miskin yang harus diberikan,” ucapnya, Selasa (29/9).

Di mana dari laporan LHKPN, total harta kekayaan dokter spesialis kebidanan dan kandungan tersebut sebesar Rp22.091.207.597. Terbesar dari tiga calon lainnya.

“Dari pertama kali kita akan berjuang telah komitmen melalui independen agar ada kemandirian. Kedua paling tidak mau berbuat sesuatu dengan apa yang diamanahkan yang mahakuasa ke kita,” ucapnya.

Sejauh ini dirinya mengaku tidak ada sumbangan dari pihak manapun, meski aturannya diperbolehkan. “Kita ingin melakukan yang terbaik untuk Metro. Kita mau tanpa ada beban di belakang,” ucapnya.

Namun, Wahdi membuka pintu untuk siapapun yang ingin menyumbang dana kampanye untuk Paslon nomor urut I tersebut. “Sampaikan kalau ada yang mau menyumbang, Dokter Wahdi terbuka loh, sesuai aturan yang berlaku, asal tidak mengikat. Karena kalau mengikat pasti ada janji-janji di belakangnya,” ungkapnya.

Dia pun mengungkapkan bahwa besaran Laporan LHKPN yang di hitung pejabat penghitung telah sesuai dan tidak ditutup-tutupi. Karena selama ini dirinya selalu terbuka dengan pemerintah, terutama pemerintah daerah, untuk pembangunan daerah.

“Jadi gak disembunyikan karena kita memiliki kewajiban untuk mengeluarkan pajak. Itu yang harus disampaikan, nilai kejujuran itu yang harus disampaikan. Jangan laporan punya uang Rp7 miliar tapi keluar Rp100 miliar. Kita belajar jujur. Mau jadi pemimpin harusnya lebih terbuka lagi kesemuannya,” terangnya. (pip/sur)

Komentar

Rekomendasi