oleh

MUI Lampung Harapkan Ketum MUI Kedepan Berkontribusi untuk Kepentingan Bangsa dan Negara

 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI), akan melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 yang berlangsung pada 25-28 November 2020 di Jakarta.

Ketua Umum MUI Lampung, Khairrudin Tahmid mengatakan, Sebagai Himayatul Ummah, MUI telah melakukan langkah-langkah strategis dan konkret untuk melindungi umat Islam dari hal-hal yang buruk, seperti makan dan minuman yang haram, kebodohan dan kemiskinan, serta bahaya paparan paham radikal dan terorisme.

“Sebagai Shodiqul Hukumah, MUI sudah menjalankan berbagai program kerja yang saling mengisi dan melengkapi dengan program pemerintah. MUI bekerjasama dengan berbagai kementerian dan lembaga pemerintah untuk membantu meringankan beban dan tanggung jawab pemerintah, Program tersebut antara lain mencakup bidang keagamaan, dakwah, halal, kerukunan umat beragama, pendidikan, ekonomi dan keuangan syariah, kesehatan, kependudukan, hingga masalah penyalagunaan narkoba,” ungkap Khairudin, Rabu (30/9).

Dia menjelaskan, Hasil Rakernas V MUI, mendorong seluruh elemen, khususnya pimpinan MUI di seluruh jenjang untuk kembali memperkokoh Ukhuwwah Islamiyah, Ukhuwwah Wathaniyyah dan Ukhuwwah Insaniyah, serta memperteguh posisi MUI sebagai Khadimul Ummah dan Shodiqul Hukumah.

“Sejak dibentuk pertama kali, MUI sudah menempatkan dirinya di tengah-tengah antara masyarakat dan pemerintah. Di masyarakat, MUI berlaku sebagai Himayatul Ummah atau pelindung umat dan bagi pemerintah, menjadi mitra atau Shaqidul Hukumah. Dua peran inilah untuk ditingkatkan dan dikuatkan demi persatuan umat (ukhuwah islamiyah) dan bangsa (ukhuwah wathaniyah),” jelasnya.

Hasil Rakernas MUI ke-V ini, mengamanahkan kepada Dewan Pimpinan agar menjadikan Munas 2020 sebagai momentum reposisi peran, khidmah, kebangkitan, dan transformasi MUI di era Revolusi Industri 4.0, dengan peran konstruktif Ketua Umum MUI sebagai lokomotifnya. Rakernas V MUI juga mengamanahkan penyiapan Munas dengan sebaik-baiknya. hal ini penting dilakukan karena terjadi polarisasi di kalangan umat pasca-Pemilu 2019 akibat perbedaan ijtihad politik.

“Nah, pada Munas nanti kan memilih ketua umum yang baru. Kami MUI Lampung berharap Ketua Umum ke depan dapat menjaga kesinambungan organisasi sekaligus menjaga tradisi alih kepemimpinan secara baik dan bijaksana bagi kelanjutan hubungan MUI dengan pemerintah, baik di pusat maupun di daerah,” harapnya.

Menurutnya, Sosok Ketua umum MUI mendatang, merupakan isu yang sangat penting, strategis, dan akan menentukan arah bangsa ini ke depan. Setidaknya dalam ikut mengawal para pemimpin bangsa, MUI sebagai wadah berhimpunnya ulama, zuama, dan cendekiawan muslim di Indonesia, menjadi tumpuan harapan. Ketua Umum ke depan diharapkan terbebas dari kepentingan kelompok Islam yang berafiliasi kepada kelompok radikalisme sehingga dapat memecah belah anak bangsa khususnya umat Islam.

Pada Munas Ke-10 MUI, akan menjadi momentum sangat strategis dalam mengawal NKRI, Umat dan bangsa ini ke depan. Karena itu, perlu dipersiapkan evaluasi dan perumusan program yang visioner, dan mengidentifikasi calon ketua umum yang memiliki kualifikasi keulamaan yang mumpuni dan istiqamah.

“Sebenarnya calonnya banyak, yang saya tahu ada dua orang yakni KH. Miftachul Ahyar, yang saat ini menjabat Rais Aam PBNU dan Kiyai Nazarudin Umar yang merupakan Imam Masjid Istiqlal,” katanya.

Khairuddin berharap Ketum MUI Kedepan, dapat bersinergi dengan pemerintah. “Kami juga berharap MUI sebagai Mitra pemerintah yang bisa berkontribusi untuk bangsa dan negara,” ucapnya.

Sementara itu, Ulama sekaligus politisi dari Nahdlatul Ulama (NU) Hilmy Muhammad menyebut, memang sudah wajar jika Kiai Miftah dicalonkan menjadi ketua MUI pusat. “Kalau terkait usulan itu wajar saja, Kiai Miftachul Achyar itu sekarang ada di Rais Aam NU yang merupakan ormas terbesar di Indonesia,” katanya.

Sosok yang biasa disapa Gus Hilmy itu menambahkan, kapabilitas Kiai Miftah levelnya sudah nasional. Pengalaman dan pengetahuan Kiai Miftah dinilai sudah sangat mumpuni. “Selama ini juga banyak Kiai besar NU yang ada di MUI pusat,” tandasnya. (yud)

Komentar

Rekomendasi