oleh

Tersangka OTT Diduga Sudah “Bermain” Sejak Menjabat Kabid

RADARLAMPUNG.CO.ID – Ruang pelayanan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Lampung terlihat sepi, pasca diamankannya Kabid Pelayanan dan Perizinan Nirwan Yustian serta stafnya Edi Efendi.

Berdasar pantauan Radarlampung.co.id, Kamis (1/10), hanya ada beberapa mahasiswa di ruang pelayanan di lantai dasar tersebut. Mereka sedang mengajukan penelitian.

Menurut Sela, salah seorang pengunjung, ia datang untuk mengurus syarat rekomendasi penelitian.

“Yang saya tahu, dari tadi yang datang seperti saya, mau mengajukan penelitian. Loket informasi untuk penanaman modal kayak sepi-sepi aja. Nggak ada orang. Tapi kurang faham juga ya,” kata Sela.

Saat ditanya apakah dirinya mengetahui ada pegawai yang tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT), wanita asal Lampung Selatan ini mengaku membaca koran pagi.

“Pas banget saya tadi pagi baca koran. Katanya ada yang dimintain Rp25 juta  buat surat izin. Sangat disayangkan,” tandasnya.

Sementara berdasar informasi yang dihimpun Radarlampung.co.id, penyimpangan tersebut diduga dilakukan Nirwan sejak ia menjabat sebagai kepala bidang.

Dikabarkan ada beberapa upaya meminta biaya dengan nilai bervariasi. Bahkan nilainya bisa melebihi, tergantung izin yang akan diproses.

Terpisah, Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Resky Maulana mengatakan, saat ini pihaknya masih fokus pada perbuatan yang dilakukan Nirwan dan stafnya.

“Sementara ini, kami fokus dengan fakta perbuatan yang dapat dibuktikan dan berdasar alat bukti di lokasi,” kata Resky. (mel/ais)

Komentar

Rekomendasi