oleh

Hasil Penelusuran Loekman dan Istri, Lima Orang Terkonfirmasi Covid-19

RADARLAMPUNG.CO.ID-Lima orang hasil tracing Bupati Lampung Tengah Non Aktif Loekman Djoyosoemarto dan istri, Ellya Lusiana dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Hal ini disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung Reihana. Dalam rilis hariannya Jumat (2/10) ada sebanyak lima kasus yang merupakan hasil terasing pasien 847 dan 848 asal Lampung Tengah. Untuk diketahui, Loekman menjadi pasien ke pasien 847 dan sang istri menjadi pasien nomor 848 yang berasal dari Lampung Tengah yang terkonfirmasi pada Senin (28/9) lalu.

Pasien yang merupakan hasil tracing ini merupakan pasien diketahui empat orang dari Lampung tengah dan satu orang dari Metro. Yaitu pasien hasil tracing Loekman dari Lampung Tengah yaitu 913, 914, 915, 916, dan dan satu orang padien 918 dari Metro.

“Iya jadi dari 200 yang di tracing baru didapati ini, karena pengecekan swabnya menggunakan laboratorium di BBPOM dan karena disana ekstrasinya manual jadi harus dua kali ekstraksi dan agak lama. Namun hasil tacing belum semua keluar,” beber Reihana.

Sementara secara total ada penambahan 25 kasus per Jumat (2/10) di Lampung. Yang membuat kasus konfirmasi di Lampung menjadi 932 kasus.

“Untuk kasus baru sendiri terdiri dari Lampung Selatan 6 orang, Bandarlampung 5 orang, Lampung Tengah 5 orang, Lampung Utara 4 orang, Metro 2 orang, Tulangbawang Barat 1 orang, Lampung Barat 1 orang dan Pesawaran 1 orang. Dari jumlah ini 8 orang merupakan kasus baru dan 17 lainnya merupakan hasil tracing,” tambahnya.

Sementara yang masih dirawat di ruang isolasi rumah sakit rujukan sebanyak 11 orang dan sisanya, 14 orang tengah melakukan isolasi mandiri.

“Untuk Pasien nomor 908 laki-laki 36 tahun dari kota Metro, pasien merupakan kasus baru dan memiliki riwayat perjalanan untuk menghadiri pernikahan di Baturaja, Sumatera Selatan. Kondisi saat ini bergejala dan sedang dirawat di rumah sakit di Metro. Kemudian Pasien 909 sampai 911 dari Lampung Utara merupakan hasil trasing dari pasien 805. Dan kondisinya saat ini sedang menjalani isolasi mandiri,” tambahnya.

Kemudian pasien 912 laki-laki 40 tahun dari Lampung Utara. Pasien merupakan kasus baru dan sedang dirawat di rumah sakit Ryacudu Lampung Utara. kemudian pasien 913 perempuan 47 tahun dari Lampung Tengah. Pasien merupakan hasil tracing dari pasien 848 yang pernah mengikuti kegiatan pembinaan PKK Kecamatan bersama pasien 848. Pasien saat ini tengah dirawat di ruang isolasi di rumah sakit Demang Se Pulau Raya, Lamteng

“Selanjutnya untuk pasien 914 dan 915 juga dari Lampung Tengah. Keduanya merupakan hasil trasing dari pasien nomor 847. Kondisinya tak bergejala dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Kemudian pasien 916 laki-laki 43 tahun dari Lampung Tengah juga merupakan hasil trasing dari kasus 847. Namun kondisinya saat ini bergejala dan sedang menjalani isolasi di salah satu rumah sakit swasta,” tambahnya.

Kemudian pasien nomor 917 perempuan 59 tahun dari Lampung Tengah. Pasien merupakan hasil tracing dari pasien 819 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Kemudian ada lagi hasil trasing dari pasien 848, yaitu pasien pasien 918. Seorang laki-laki 41 tahun dari kota Metro, pasien merupakan hasil tracing dari 848 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.

Kemudian Pasien 920 sampai pasien 922 dari Lampung Selatan merupakan. Pasien merupakan hasil tracing dari pasien 799, yang saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. “Pasien 923 laki-laki 19 tahun dari Lampung Selatan, pasien juga merupakan hasil tracing dari pasien 890. Kondisinya saat ini sedang menjalani isolasi mandiri,” tambahnya.

Selanjutnya, pasien 924 laki-laki 61 tahun dari Lampung Selatan. Pasien merupakan kasus baru namun pasien pernah kontak dengan pelaku perjalanan luar daerah yaitu dari Jakarta. Kemudian pasien mengeluhkan sesak nafas dan melakukan pengobatan di salah satu rumah sakit swasta. Namun karena pasien memiliki penyakit hipertensi dan saat ini sedang menjalani isolasi di rumah sakit swasta di Kabupaten Lampung Selatan.

Pasien 925 laki-laki 45 tahun dari Lampung Selatan, pasien juga merupakan kasus baru yang bekerja di salah satu perusahaan BUMN. Namun pasien memiliki riwayat perjalanan Merak,Banten Bakauheni. Namun karena kondisinya sehat saat ini pasien sedang menjalani isolasi mandiri.

“Kemudian Pasien 926 laki-laki 59 tahun dari Lampung Barat, pasien merupakan hasil tracing dari pasien 821. Namun kondisinya sehat dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Pasien nomor 928 laki-laki 37 tahun dari Bandarlampung, pasien merupakan kasus baru saat ini bergejala sedang dirawat di rumah sakit swasta di Bandarlampung. Kemudian Pasien 929 laki-laki 79 tahun dari Bandarlampung yang merupakan hasil tracing dari pasien 862. Pasien memiliki gejala dan saat ini sedang dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Bandarlampung,” tambahnya.

Pasien 930 laki-laki 32 tahun dari Bandarlampung, pasien merupakan kasus baru yang bersangkutan di mana pasien merupakan seorang pemain klub sepak bola di Bandarlampung. Pasien memiliki riwayat pernah kontak dengan pasien yang terkonfirmasi positif (meninggal) yaitu pasien 860. Pasien saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di suatu tempat.

Pasien nomor 931 laki-laki 61 tahun dari Bandarlampung. Pasien ini merupakan hasil trasing dari pasien 839. Kondisinya saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Kemudian pasien 932, perempuan 29 tahun dari Bandarlampung juga merupakan hasil trasing dari pasien 887. Pasien saat ini sedang menjalani isolasi di salah satu rumah sakit pemerintah di provinsi Lampung.

“Untuk yang selesai isolasi per Jumat (2/10) sebanyak 12 orang di mana dari kota Bandarlampung ada 5 orang, Lampung Utara 4 orang dan dari Tulangbawang 3 orang,” tambahnya.

Sementara ada penambahan konfirmasi kematian tiga orang per Jumat, pasien meninggal berasal dari Lampung Selatan 1 orang, Tulangbawang Barat 1 orang dan Pesawaran 1 orang.

Pasien yang meninggal dunia adalah pasien 892 laki-laki 34 tahun dari Lampung Selatan. Pasien memiliki riwayat kontak dengan pasien positif nomor 815 dengan aktivitas sehari-hari adalah berjualan di pasar di Lampung Selatan. Kemudian pada 22 September lalu mulai timbul gejala demam, batuk kering disertai sesak nafas.

“Kemudian pasien dibawa ke rumah sakit pada Minggu (27/9), lalu dilakukan pemeriksaan swab dan Senin (29/9) kembali tes swab hasilnya positif. Kemudian pada 30 September pasien mengeluh sesak nafas tidak berkurang, dan pasien memiliki kormobit penyakit asma sejak kecil. Kemudian pada tanggal 1 Oktober pasien mengeluh sesak semakin berat, dan akhirnya pada 14.00 WIB pasien menderita gagal nafas dan nadi tidak teraba. Sehingga dinyatakan meninggal dunia pemulasaran jenazah dilakukan secara protokol Covid-19,” tambahnya.

Kemudian pasien 919 laki-laki 61 tahun dari Tulangbawang Barat juga meninggal dunia. Pasien merupakan kasus baru, di mana pada 20 September masuk ke salah satu rumah sakit swasta di Lampung Tengah dengan diagnosa adalah Pneumonia. Pasien juga memiliki riwayat kelainan jantung.

Selanjutnya pada 25 September pasien dirujuk ke rumah sakit swasta karena terjadi penurunan kesadaran dan sesak nafas. Kemudian pada tanggal 26 September, jam 20.00 WIB dilakukan swab di rumah sakit swasta di Lampung Tengah dan tanggal 26 September pukul 21.00 WIB pasien dinyatakan meninggal dunia pasien

“Selanjutnya Pasien 927 laki-laki 68 tahun dari Pesawaran juga dinyatakan meninggal dunia. Pasien pada 22 September datang ke rumah sakit swasta di Metro dengan gejala sesak, nyeri dada, dan lemas. Pada tanggal 27 keluhan bertambah sesak dan penyakit kormobit jantung hipertensi. Kemudian pada 29 sampai 30 dilakukan swab. Namun kondisi sesaknya semakin sesak, dan pada 1 Oktober 15.00 WIB mengalami perburukan saturasi oksigen, dan pasien dinyatakan meninggal dunia,” tandasnya. (rma/wdi)

Komentar

Rekomendasi