oleh

Itera Pacu Kualitas Pelayanan Akademik dan Non Akademik

RADARLAMPUNG.CO.ID – Institut Teknologi Sumatera (Itera) selama satu tahun ke belakang bekerja keras untuk meningkatkan kualitas pelayanan akademik maupun non-akademik. Juga melaksanakan percepatan pembangunan. Terlebih saat ini Bangsa Indonesia bersama bangsa-bangsa lain di dunia tengah berjuang menghadapi pandemi Covid-19 yang tidak hanya merenggut ratusan ribu korban jiwa, tetapi juga berdampak pada seluruh sektor kehidupan, tidak terkecuali bidang pendidikan.

Hal tersebut dikatakan Rektor Itera Prof Ofyar Z. Tamin saat pengukuhan 345 wisudawan, Jumat (2/10). Dikatakannya, di tengah pandemi ini, Itera sebagai perguruan tinggi negeri baru dituntut dapat menyesuaikan diri dalam tatanan normal baru (new normal) kehidupan kampus.

“Untuk itu, hari ini untuk kedua kalinya Itera melangsungkan prosesi wisuda tanpa menghadirkan secara langsung para wisudawan, para orang tua atau wali, dan sivitas akademika Itera secara lengkap, tetapi tetap melangsungkan wisuda secara daring dengan memanfaatkan teknologi informasi,” kata rektor, Jumat (2/10).

Ofyar menuturkan, Itera lahir atas dasar kebutuhan tenaga engineer berkualitas di Indonesia. Untuk itu para lulusan Itera nantinya diharapkan mampu memenuhi tuntutan tersebut.

“Jika sebelumnya saudara-saudara bersusah-payah hanya untuk meraih nilai terbaik, kini saudara dituntut untuk memaksimalkan kemampuan, potensi, dan keahlian yang didapat selama kuliah untuk memajukan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera dan Bangsa Indonesia pada umumnya,” ucapnya.

Pihaknya juga berharap, lulusan Itera tersebut dapat kembali ke kampung halaman masing-masing, untuk membangun daerah dengan keilmuan yang dimiliki dan inovasi yang bisa dilakukan.

“Saya tekankan, saudara harus mampu berpikir out of the box untuk menjadi kreatif. Jangan pernah menyerah dalam berinovasi. Sebagai lulusan perguruan tinggi yang fokus di bidang sains dan teknologi, saudara-saudara harus berinovasi guna menciptakan teknologi baru atau memberikan masukkan sesuai bidang keilmuwan yang dapat menjadi solusi atas permasalahan-permasalahan di setiap sendi kehidupan masyarakat,” tukasnya.

Menurutnya, jika hal tersebut dilaksanakan dengan serius, ditambah kemampuan hardskill dan softskill yang mumpuni, ia optimis lulusan Institut Teknologi Sumatera tidak hanya sukses di dunia kerja tetapi juga kelak mampu membuka lapangan kerja. (rur/rls/sur)

Komentar

Rekomendasi