oleh

Waduh, Sebagian Kartu Kuota Bantuan Disdikbud Tak Bisa Akses Aplikasi Belajar Daring

RADARLAMPUNG.CO.ID – Bantuan kartu perdana berisi kuota internet dari salah satu operator yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat mulai didistribusikan ke siswa dan guru.

Seperti dilakukan di SMK Negeri 3 Bandarlampung. Pihak sekolah mulai membagikan bantuan tersebut kepada siswa dan guru. Pembagian menerapkan protokol kesehatan ketat.

Kepala SMK Negeri 3 Bandarlampung Elen Eduan mengatakan, pembagian kuota tersebut dilakukan usai diserahkan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Lampung. Siswa diundang ke sekolah disesuaikan dengan kelasnya. Satu hari, dibagikan kepada 3-4 kelas namun tidak serempak, sesuai jadwal.

“Meskipun datang ke sekolah, namun kami tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya, Jumat (2/10).

Saat membagikan kuota, kata dia, juga dilakukan penyerahan hasil ujian tengah sekolah (UTS) dan pembinaan ke siswa. “Hasil UTS diberikan itu, hasil UTS yang dilakukan secara daring beberapa waktu lalu,” imbuhnya.

Terpisah, mewakili kepala sekolah, waka humas SMA Negeri 7 Bandarlampung Haris Tri Okfianto mengatakan, pihak sekolah juga telah menyerahkan bantuan kuota internet dari salah satu provider tersebut kepada siswa dan guru. Sekolah tersebut mendapatkan sekitar 1.300 kartu perdana guna membantu pembelajaran jarak jauh secara daring yang tengah dilakukan di pandemi Covid-19 ini.

“Kami mendapatkan bantuan kartu perdana internet sesuai jumlah guru dan siswa di sekolah kami,” ucapnya.

Namun, ia menerima keluhan dari beberapa siswa jika kartu tersebut tidak bisa digunakan untuk mengakses aplikasi pembelajaran jarak jauh. “Itu keluhan siswa. Katanya tidak bisa digunakan. Tapi nanti kami akan coba koordinasikan apa penyebabnya,” tambahnya.

Kemudian, terkait bantuan kuota internet dari Kemendikbud RI, pihak sekolah menerima laporan jika sebagian guru di sekolah tersebut telah menerima bantuan kuota tersebut. “Kalau untuk siswa belum ada laporan, untuk guru sebagian juga ada yang belum menerima,” katanya.

Namun, pihaknya bersyukur, pemerintah dapat memberikan bantuan kuota internet untuk mendukung pembelajaran jarak jauh tersebut. (rur/sur)

Komentar

Rekomendasi