oleh

Pengembang Flyover Sudah Memprediksi Akan Terjadi Kecelakaan

 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pembangunan Flyover Sultan Agung memakan korban. Diduga tidak ada penerangan jalan, satu mobil Terguling. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. Namun, dua penumpang yang ada didalam kendaraan mengalami luka-luka.

Kejadiannya, sekitar pukul 03.00 WIB, Sabtu (3/10). Satu mobil sedan bernomor polisi BE 1655 AC mengalami kecelakaan tepatnya didepan kantor Radar Lampung.

Juli Abdul Gopur (30) salah satu saksi mata yang mengetahui kejadian itu mengatakan, kendaraan melaju dari arah PKOR Wayhalim sekitar pukul 03.00 dinihari, kendaraan berisi dua orang remaja.

“Saya belum tahu pasti penyebabnya apa. Sepertinya karena jalan itu gelap. Kan nggak ada lampu jalan. Seharusnya jalan itu diberi lampu jalan, supaya kendaraan dari luar daerah mengetahui ada pembangunan flyover. Mereka berdua (korban kecelakaan) kan dari Liwa Lampung Barat,” ungkap Juli.

Waktu kejadian itu, kendaraan berada di tengah jalan. Diperkirakan, pengemudi tak mampu menghindari barier yang melebar di posisi depan Kantor Radar Lampung. Akhirnya, mobil membanting kearah kiri dan terguling. Kedua orang yang didalam mobil: pengendara dan penumpang mampu keluar dari mobil.

“Setelah mobil terguling, mereka keluar dan meminta warga membalikan mobil ke pinggir jalan. Sekira pukul 04.00 WIB, dari pihak kepolisian datang dan membawa mobil menggunakan mobil derek, beserta kedua orang itu,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi pada malam hari, area pembangunan flyover sangat minim penerangan. Sebelumnya, pernah juga terjadi kecelakaan tunggal, sebuah mobil menabrak barier dari arah flyover MBK.

Sementara, Kepala Pelaksana Pembangunan Flyover Sultan Agung dari PT Adiguna Anugrah Abadi (AAA), Sutarno sudah memprediksi akan terjadi kecelakaan saat pembangunan flyover. Sehingga dirinya memasang rambu-rambu dan pembatas jalan menggunakan barier beton.

“Sudah biasa kalau ada kecelakaan tunggal saat pembangunan flyover. Pasti orangnya kalau engga ngantuk, mabuk, atau dia dari tempat yang juah. Makanya kita pasang barier beton bukan seng. Coba kalau seng bisa-bisa dia nyemplung ke dalam area, biasanya pengendara ini ngebut, ya itu salah dia sendiri,” katanya.

Lalu, jika sudah sering terjadi kecelakaan saat pembangunan flyover, kenapa Pengembang tidak menambah lampu jalan? Sutarno mengaku akan mengusahakannya. “Nanti akan kita menambah lampu penerangan untuk meminimalisir kecelakaan,” janjinya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandarlampung, Basuni Ahyar membenarkan lokasi area pembangunan flyover kekurangan pencahayaan. Hal ini lantaran, lampu-lampu yang ditengah jalan sebelumnya dicopot untuk pembangunan flyover.

“Ya, gimana gelap, kan lampu-lampu kita masih dicopoti, karena pembangunan flyover. Ya, seharusnya itu, sudah menjadi tanggung jawab pihak rekanan untuk menambahkan penerangan, sebagai penanda,” ucapnya.

Terpisah, Kanit Lantas Polresta Bandarlampung, Iptu Jahtera mengaku belum mendapat laporan adanya kecelakaan di pembangunan flyover jalan Sultan agung. “Kabarnya sperti itu (ada kecelakaan,red), banyak yang ingin mengkonfirmasi kepada saya tetapi sampai sekarang tidak ada laporan masuk dikami,” katanya melalui sambungan telepon.

Menurutnya, bisa jadi korban atau pengemudi yang terlibat lakalantas saat itu langsung pergi pasca kejadian dan tidak ingin ditangani Polisi. “Kebanyakan laka tunggal itu pada nggak mau lapor polisi, jadi mereka langsung aja ditolong warga lalu pergi minta bantuan lainya,”pungkasnya.(apr/Mel/yud)

Komentar

Rekomendasi