oleh

Remdesivir Urung Digunakan Pasien Covid Lampung, Ini Kata Jubir Satgas Covid

RADARLAMPUNG.CO.ID-Obat Covid-19, remdesivir yang disebut efektif dalam menyembuhkan pasien Covid-19 ternyata urung digunakan di Lampung. Namun menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung Reihana, obat yang digunakan saat ini masih efektif menyembuhkan pasien Covid-19.

Memang hal itu terlihat data dari Covid-19 Provinsi Lampung hingga Senin (5/10). Dari total kasus Covid-19 sebanyak 988 kasus, sudah ada 714 pasien yang telah selesai menjalani isolasi. Sementara 36 orang telah dinyatakan meninggal dunia karena Covid-19 di Lampung. Artinya, masih tersisa 238 kasus konfirmasi Covid-19, yang tengah menjalani isolasi. Baik isolasi mandiri maupun di rumah sakit.

Kemudian Reihana juga membahas obat remdesivir ternyata cukup mahal. “Jadi itu (obat) kan baru anjuran dan sangat mahal (harganya). Untuk satu kali pakai harganya Rp1,5 juta. Dan saya sudah tanya sama dokter di RS Abdoel Moeloek, dokter spesialis paru. Bahwa untuk 1 pasien itu hari pertama sekian ampul, hari kedua sekian ampul, hari ke tiga sekian ampul. Jadi pembiayaannya tuh cukup mahal dengan memakai obat itu,” beber Reihana.

Dia menambahkan, saat ini sebagai antivirus penyembuhan pasien Covid-19 di RSUDAM menggunakan antivirus berupa Avigan dan obat lainya. Dan berefek bagus bagi kesembuhan pasien. “Sekarang yang dipakai di RSUDAM pakai anti-virus nya memakai avigan. Ini cukup baik kita lihat pada kesembuhannya. Ini juga disampaikan itu memang itu baru (obat) dan suatu usulan ya. Tapi dokter-dokter yang merawat di rumah sakit kami di provinsi Lampung melihat kalau memakai itu cukup mahal harganya. Makanya kita pakai sekarang ini juga cukup baik kesembuhannya gitu,” tambahnya.

Dia juga menegaskan, sampai saat ini belum ada arahan resmi Kemenkes untuk menggunakan obat tersebut. “(Obat) belum ada anjuran Kemenkes, kan kita acuannya Kemenkes. Kalau sudah dianjurkan kan pasti akan disediakan,” tambahnya.

Sementara penambahan kasus baru Covid-19 di Lampung kembali terjadi Senin (5/10). Sebanyak 37 penambahan kasus baru ini didominasi dari Bandarlampung dan Lampung Utara. Di mana kasus baru berasal dari Bandarlampung sebanyak 23 kasus, dan Lampung Utara 11 kasus serta Lampung Selatan 2 kasus dan Lampung barat 1 kasus. “Dari 37 kasus konfirmasi positif ini, yang merupakan hasil tracing sebanyak 29 orang dan kasus baru 8 orang. Kemudian dari total tersebut yang masih dirawat sebanyak 5 orang, dan sisanya 32 orang tengah menjalani isolasi mandiri,” terangnya.

Untuk pasien pasien 952 sampai 956 merupakan hasil tracing dari pasien 887 asal Bandarlampung, kondisi pasien sehat dan tengah menjalani isolasi mandiri. Kemudian pasien nomor 957 sampai 961 juga merupakan hasil tracing pasien 861 dari Bandarlampung. Seluruh pasien tengah menjalani isolasi mandiri.

“Pasien 962 sampai 964 dari Bandarlampung juga merupakan hasil tracing dari pasien 762. Kondisinya saat ini sehat dan sedang menjalani isolasi mandiri. Selanjutnya Pasien 965 perempuan 7 tahun dari Bandarlampung, pasien ini juga hasil tracing dari pasien 838 dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri,” tambahnya.

Kemudian pasien 966 laki-laki 47 tahun dari Bandarlampung juga merupakan hasil tracing dari pasien 888. Saat ini pasien sedang menjalani isolasi mandiri. Pasien 967 dan 968 dari Bandarlampung juga merupakan hasil tracing dari pasien 860. Kondisinya saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. “Selanjutnya pasien 969 laki-laki 31 tahun dari Bandarlampung, pasien merupakan kasus baru dan memiliki riwayat pergi ke Jakarta. Saat ini pasien tanpa gejala sedang menjalani isolasi mandiri. Pasien 970 laki-laki 28 tahun dari Bandarlampung, pasien merupakan hasil tracing dari pasien 884 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri,” lanjutnya.

Kemudian pasien 971 perempuan 26 tahun dari Bandarlampung merupakan kasus baru. Pasien memiliki riwayat pergi ke Padang, Sumatera Barat. Kondisi saat ini tanpa gejala dan sedang menjalani isolasi mandiri. Pasien 972 perempuan 21 tahun dari Bandarlampung merupakan kasus baru, pasien memiliki riwayat menghadiri acara syukuran wisuda temannya dan terkonfirmasi sebagai orang tanpa gejala. Kondisi saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.

Pasien 973 laki-laki 53 tahun dari Bandarlampung, pssien merupakan kasus baru di mana yang bersangkutan punya riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia, pasien 860. Pasien aat ini bergejala sedang dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Bandarlampung.

“Kemudian pasien 974 laki-laki 54 tahun dari Bandarlampung, pasien merupakan kasus baru dan saat ini bergejala. pasien sedang dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Bandarlampung. Kemudian pasien 975 sampai dengan 980 Lampung Utara, merupakan hasil tracing dari pasien 873 dan seluruhnya tsnpa gejala dan tengah menjalani isolasi mandiri,” tambahnya.

Selanjutnya pasien 981 perempuan 52 tahun dari Lampung Utara, pasien merupakan hasil tracing dari pasien 875 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Pasien 982 laki-laki 27 tahun dari Way Kanan yang berdomisili di Lampung Utara juga merupakan hasil tracing dari pasien 869 yang saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.

Pasien 983 dan 984 dari Lampung Utara juga merupakan kasus baru dan kakak beradik merupakan pelaku perjalanan dari Bekasi. Kondisi keduanya sehat dan sedang isolasi mandiri. Pasien 985 laki-laki 61 tahun dari Lampung Utara juga merupakan kasus baru. Pasien saat ini bergejala dan sedang dirawat di rumah sakit Handayani di Lampung Utara. Kemudian pasien 986 laki-laki 30 tahun dari kabupaten Lampung Selatan. Pasien merupakan hasil tracing dari pasien 815 dan saat ini sedang isolasi di salah satu rumah sakit pemerintah di Lampung Selatan.

“Pasien 987 laki-laki 59 tahun dan dari Lampung Selatan, pasien merupakan hasil tracing dari pasien 892. Kondisi saat ini gejala dan sedang dilakukan isolasi pada rumah sakit pemerintah yang ada di Lampung Selatan. Pasien 988 laki-laki 42 tahun dari Lampung Barat merupakan hasil tracing dari pasien 951 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri,” tambahnya.

Sementara yang selesai isolasi bertambah 16 orang, di mana berasal dari Tanggamus ada 8 orang, dari Bandarlampung 4 orang, dari kabupaten Mesuji, Lampung Timur, Lampung Barat dan Lampung Selatan masing-masing 1 orang telah selesai menjalani isolasi mandiri. (rma/wdi)

Komentar

Rekomendasi