oleh

Demo Omnibus Law Tanpa Ikuti Protokol Kesehatan Covid-19, Sejumlah Akademisi Angkat Bicara

Radarlampung.co.id – Ribuan Pelajar, Mahasiswa dan karyawan menggelar demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di gedung DPRD Lampung, Rabu (7/10).

Aksi Ini, mendapat sorotan beberapa Akademisi baik dari Kampus Negeri maupun Swasta. Sebab, dalam aksi itu tidak mengikuti protokol kesehatan tentang pencegahan covid-19, salah satunya tidak jaga jarak minimal 1 Meter tapi saling berhimpitan, serta ada beberapa mahasiswa tidak memakai masker.

Wakil Manager Humas dan Marketing Universitas Bandar Lampung (UBL), Berry Salatar menyampaikan bahwa Mengacu kepada kebebasan berpendapat serta konsekuensi terhadap demokrasi, demo mahasiswa yang terjadi hari ini merupakan hal yang konstittusional selama disuarakan secara baik, tidak anarkis, substantif tanpa ada muatan muatan politis.

“Mahasiswa merupakan agen perubahan yang menjadi garda terdepan dalam menyuarakan hal hal yang berkaitan dengan kepentingan rakyat dan sejarah telah membuktikannya,”ucapnya.

Ia juga menyampaikan rasa kekhawatiran kepada mahasiswa karena banyak  berdemo berkerumunan.”Cuma khawatir aja sama mahasiswa yang saat ini berdemo berkeremun yang pastinya agak mengabaikan protokol kesehatan,”jelasnya.

Bahkan, Dirinya juga khawatir terjadinya klaster baru covid-19 pasca Demo. Meskipun demikian, Ia memastikan Bimbingan mahasiswa UBL secara offline tetap berjalan tetapi tetap dengan menerapkan protokol kesehatan. “Tinggal komunikasi langsung antara mahasiswa dengan Dosen Pembimbing,”ucapnya.

Selain Wakil Manager Humas UBL, ternyata Dosen Polinela juga angkat bicara mengenai Demo Mahasiswa pada hari ini karena banyak tidak mengikuti Protokol Kesehatan  Pencegahan Covid-19. “Karena Banyak Yang Demo, Saya tidak menerima bimbingan offline dua minggu kedepan,”kata Dosen  Politeknik Negeri Lampung  (Polinela) Epro Barades, S.Pi., M.Si menuliskan pesan di Whatsapp Story.

Kepada Radarlampung.co.id-Epro Sapaan Akrabnya- menjelaskan kekhawatiran akan penyebaran covid-19 dari mahasiswa ikut demo hari  ini karena tidak menerapkan protokol kesehatan. Sehingga untuk dua minggu kedepan tidak menerima bimbingan secara offline namun secara online. “Ngeri  Covid-19,”singkatnya.(gie/yud)

Komentar

Rekomendasi