oleh

Emak-Emak Protes Polisi : Jangan Tembak Gas Air Mata ke Arah Kampung !

RADARLAMPUNG.CO.ID-Aksi demo UU Cipta Kerja (Ciptaker) di kompleks Pemprov Lampung Rabu (7/10) berakhir ricuh. Dalam aksi itu, polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan demonstran. Namun, rupanya langkah polisi itu mendapat protes warga sekitar.

Seorang wanita mendatangi aparat kepolisian dan memprotes petugas. Dia meminta agar petugas tak menembakkan gas air mata ke arah perkampungan. Menurut wanita tersebut, akibat tembakan gas airmata itu, keluarganya ada yang mengalami sesak nafas dan dibawa ke rumahsakit.

“Orang tua saya sudah tua. Jadi jangan melempar gas air mata kebawah. Tolong dihargai. Intinya keluarga saya. Cucu saya baru keluar dari rumah sakit kena gas air mata. Salah satu komandan disini bawa ke rumah saya. Mertua saya tua. Adik ipar saya cacat. Ponakan saya masuk rumah sakit kena gas air mata. Tapi saya mohon petugas jangan menembakan gas air mata ke kampung saya,” kata dihadapan petugas, Rabu (7/10)..

Menurutnya, petugas boleh-boleh saja menembakkan gas air mata ke arah pendemo. Tetapi, jangan sampai masuk ke arah perkampungan sekitar. “Kalau lurus gas air matanya pasti enggak akan masuk ke kampung,” kata dia.

Dirinya pun menjelaskan bahwa sejumlah warga pun sudah berusaha untuk membubarkan massa pendemo. “Kita sudah usir. Bukan begitu saya juga menghargai pendemo. Tapi bagi saya warga saya mertua saya jadi korban. Jadi saya mengadu kemana ini. Posisi saya lagi kerja tiba-tiba mertua saya kena gas air mata. Anak saya nafasnya sesak kena gas air mata. Dikira Covid-19 saat tiba di rumah sakit,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, wanita tersebut telah pergi dengan didampingi oleh salah satu petugas. (ang/wdi)

 

Komentar

Rekomendasi