oleh

Jutaan Merchant Tersambung QRIS

radarlampung.co.id – Bank Indonesia (BI) mencatat sebanyak 4,7 juta merchant yang sebagian besar terdiri dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) telah menggunakan QRIS (QR Code Indonesian Standard) sebagai kanal pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, dan andal.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam pembukaan Karya Kreatif Indonesia (KKI) seri II 2020 yang dilakukan secara virtual melalui kanal youtube, Rabu (7/9). Adapun kegiatan ini mengusung tema Mendorong UMKM Sebagai Kekuatan Baru Perekonomian Nasional di Era Digital.

“Penggunaan QR Code Indonesian Standard ini akan menjadi sebuah peluang bagi digitalisasi UMKM, sehingga mereka bisa berkembang lebih luas dengan pembayaran yang lebih mudah, cepat, murah dan andal,” katanya.

Lebih jauh dia mengatakan, kemajuan teknologi digital yang pesat mendorong perkembangan mode bisnis baru UMKM yang serba cepat, mudah dan murah. Hal ini pula yang terus dijadikan sebagai peluang oleh Bank Indonesia.

Karenanya, Bank Indonesia menilai perlu adanya penguatan modal bisnis UMKM. “UMKM harus kuat di masa pandemi global ini. Saya menyebutnya New UMKM, sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru menuju Indonesia maju,” katanya.

Karenanya, sambung dia, akselerasi digitalisasi menjadi solusi untuk meningkatkan level baru UMKM Indonesia. Salah satunya melalui perluasan akses pasar, pembiayaan dan jaringan rantai pasok. Di Bank Indonesia strategi pengembangan UMKM dilakukan melalui 3 pilar, yaitu koorporatisasi, kapasitas dan pembiayaan.

“Kami melalui ke-46 kantor perwakilan bank Indonesia di seluruh Indonesia bersama-sama melakukan transformasi digital UMKM, melalui program on boarding UMKM yang didukung dengan ekosistem ekonomi keuangan digital,” katanya.

Di samping QRIS, Bank Indonesia juga mengembangkan sistem aplikasi pencatatan keuangan untuk mendukung dan mendorong UMKM dari sisi akses pembiayaan.

Dalam hal ini, pihaknya juga terus mempeluas sinergi dengan berbagai pihak, Kementerian/Lembaga di daerah maupun pusat, para designer dan berbagai pihak lainnya. “Karena kami meyakinin sinergi menjadi kunci untuk memajukan UMKM sebagai pilar untuk menjadi pilar ekonomi maju,” tandasnya.

Diketahui, kegiatan Karya Kreatif Indonesia (KKI) seri II 2020 diikuti sebanyak 377 UMKM. Terdiri dari 127 UMKM Kain Tradisional, 74 UMKM Kerajianan, 132 UMKM Kuliner Olahan dan 44 UMKM kopi. Seluruh UMKM yang ditampilkan telah melalui kurasi dari sinergitas dengan berbagai pihak. (Ega/yud)

Komentar

Rekomendasi