oleh

Fisipol UML Bocorkan Konsep Kampus Merdeka

RADARLAMPUNG.CO.ID – Seiring berkembangnya zaman, akan berkembang pula kurikulum pembelajaran yang ada di dunia pendidikan. Seperti halnya kebijakan baru dari Mendikbud berupa merdeka belajar yang mencakup tajuk kampus merdeka.

Hal tersebut menjadi bahasan dalam workshop Redesain dan Formulasi Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) oleh Fisipol Universitas Muhammadiyah Lampung (UML).

Ketua panitia pelaksana workshop Drs. Nur Islam, M.I.P., menyampaikan bahwa tujuan dari workshop ini untuk mengembangkan kurikulum yang relevan dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Lalu, menghasilkan lulusan di bidang ilmu pemerintahan yang memilki konsepsional dan operasional yang memiliki sikap professional.

Kemudian, menghasilkan karya ilmiah dan penelitian di bidang ilmu pemerintahan yang berorientasi pada pengembangan keilmuan dan pemecahan masalah-masalah dibidang pemerintahan.

“Dan menghasilkan karya PKM di bidang ilmu pemerintahan yang berorientasi pada penguatan kelembagaan pemerintah dan partisipasi publik. Serta, menjalin kerjasama dengan lembaga pemerintahan dan swasta dalam dan luar negeri yang orientasinya untuk membangun daya saing nasional, regional, dan internasional,” jelasnya, Kamis (8/10).

Dikatakannya, target dan arahan materi ini adalah tersedianya kurikulum Berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.

Dekan Fisipol UML Zulman Barniat, menjelaskan poin utamanya, yaitu kampus harus mampu memberikan mahasiswa alternatif belajar sesuai dengan kebutuhan mereka. Karena pada dasarnya, konsep kampus merdeka ini adalah memberikan mahasiswa peluang belajar tidak hanya di lingkup universitas saja, akan tetapi juga dapat belajar di lingkungan masyarakat, desa, tempat kerja, juga lingkungan industri.

“Selain itu, konsep kampus merdeka ini dapat memberikan peluang besar untuk pertukaran pelajar antar universitas ataupun pertukaran dengan lembaga terkait,” ungkapnya.

Sementara, Rektor UML Dr. Dalman, M.Pd., menyatakan sebagai akademisi, harus menyambut dengan baik apa yang sudah menjadi kebijakan dari Kemendikbud.

“Kita harus cepat tanggap untuk menerima dan mengimplementasikan kebijakan yang ada. Saya sangat berharap kepada semua dekan dan dosen yang hadir secara langsung atau melalui apalikasi zoom mohon kiranya kebijakan yang menbawa perubahan kampus kita yang tadinya belajarnya diformulasikan sedemikian ketat, sekarang kita beri kebebasan kepada mahasiswa untuk merdeka belajar kampus merdeka, mahasiswa kita diberi kesempatan untuk mengambil materi atau perkuliahan yang baik yang bermafaat bagi dirinya,” katanya.

Ia menambahkan, kurikulum ini diharapkan agar mahasiswa menjadi unggul dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh stakeholder, sebab, kurikulum ini dibuat menyesuaikan kebutuhan stakeholder. (rls/rur/sur)

Komentar

Rekomendasi