oleh

Debat Pilwakot : Rycko Fokus Sampah, Yusuf-Eva Kompak Sebut Dukung UKM

RADARLAMPUNG.CO.ID-Debat kandidat calon Walikota Bandarlampung di gelar KPU Bandarlampung, Rabu (14/10) malam. Segmen I yang berisikan visi misi calon telah dijabarkan, dilanjutkan pada segmen II di mana para calon walikota diberikan satu pertanyaan. Dalam segmen pendalaman visi misi, Rycko Menoza calon walikota Bandarlampung nomor urut 1 menjawab pertanyaan panelis seputar pencemaran yang ada di pesisir kota Bandarlampung.

“Bandarlampung itu geografis berbagai macam, gunung, pantai laut menjadi persoalan. Karean persoalannya sampah, bagaimana bisa kita bersihkan, tidak kalah penting membiasakan masyarakat buangsampah pada temnpatnya. Memperlakukan adil masyarkat pesisir untuk rebitalisasi karena sudah tidak layak saat ini. Normalisasi sungai juga yang menimbulkan bataran sungai mnejadi perhatian. Kedepan bekerja sama dengan masyarakat dan NGO, rukun tetangga agar budaya sadar kebersihan menjadi hal utama,” beber Rycko.

Sementara calon nomor urut II Yusuf Kohar menjabarkan program 100 hari pasca dilantiknya menjadi Walikota nantinya. Yusuf menyebut akan fokus menghidupkan UKM dan startup di Lampung.  Di mana nantinya Yusuf menilai bisa menambahkan lapangan kerja di Lampung.

”Nantinya saya akan membangun sentra ekonomi dan kluster ekonomi, mendorong startup di kota Bandarlampung ini tumbuh kembang sehingga akan mencetak 10 ribu wiraswasta baru yang akan kita bangun di kota Bandarlampung ini. Kemudian pasar kita kumuh juga harus diselesaikan jadi saat bertemu antara penjual dan pembeli harus bersih dan nyaman. Kita bangun juga tempat kuliner, penjualan souvenir dan sebagainya mungkin kita akan ada kan yang namanya bazar bagi pengrajin pengrajin yang ada di kota bandar Lampung. Lampung tidak ada destinasi wisata di Bandarlampung, jadi city tour di lakukan dengan destinasi baru akan kita lakukan,” jelas Yusuf Kohar.

Sementara calon Walikota nomor urut III, Eva Dwiana menyebut Pembangunan Bandarlampung saat ini sudah cukup pesat terutama pada tempat-tempat yang bisa dijadikan UKM-UKM di Bandarlampung.

”Namun saya akan melanjutkan apa yang sudah saya lakukan dulu. Pembangunan di balam sudah bagus jadi saya melakukan melanjutkan apa yang belum dilanjutkan. Lahan tidur untuk anak-anak karena di balam tidak ada tempat bermain anak-anak. Nanti juga akan meminta ke Provinsi bahwa ada wilayah balam milik provinsi untuk bisa dipinjam untuk anak-anak bermain, karena di balam alhamdulilah sudah merata. Lahan-lahan yang akan kami lakukan akan kami lanjutkan,” jelas Eva. (rma/wdi)

Komentar

Rekomendasi