oleh

Gas 3 Kg Jadi Sorotan High Level Meeting TPID Metro

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melakukan high level meeting dengan Tim Pengendali Inflasi (TPID) Metro. Kegiatan ini berlangsung di OR Setda, Kamis (15/1).

Dalam keterangannya, Wali Kota Metro Achmad Pairin meminta kepada Bank Indonesia (BI) Cabang Lampung agar kegiatan ini tidak dilakukan setahun sekali. Di mana, menurutnya hal ini berkaitan dengan perumusan strategi dan langkah-langkah pengendalian inflansi, terutama di dalam situasi Covid-19 di Lampung, khususnya di Kota Metro.

“Saya juga minta, agar OPD lain diinformasikan mengenai hasil rapat kita saat ini, agar permasalahan ini segera teratasi,” ucapnya.

Kepala Bank Indonesia (BI) Lampung Budiharto Setyawan menuturkan, adanya Covid-19 mengakibatkan inflansi berkurang. Hal ini juga berdampak dengan adanya PSPB di daerah lain.

“Situasi ini juga mengakibatkan prekonomian global menurun, dari penyerapan tenaga kerja yang rendah. Secara nasional mengalami devlasi 0,05% pada Desember. Sedangkan perkembangan inflansi di Metro berdasarkan hasil Survei Pemantauan Harga (SPH) terhadap komoditas, pada minggu ketiga Oktober 2020 tercatat inflasi sebesar 0, 24%,” ujarnya.

Ia melanjutkan, untuk meningkatnya tekanan harga didorong oleh naiknya harga pada beberapa komoditas hortikultura, seperti cabe merah, tomat sayur, kangkung, dan jeruk dengan jumlah pasokan yang menurun. Untuk komoditas utama penyumbangan inflasi Metro yaitu bawang merah, beras, dan cabe merah.

“Sementara untuk kondisi pasokan relatif terjaga di Metro. Berupa bawang merah, aneka cabai, gula pasir, daging ayam, telur ayam, beras, minyak goreng, dan daging sapi,” katanya.

Dalam proses pencapaian inflasi tahun 2020, menurutnya diperkirakan stabil dan berada dalam sasaran. Kedepan permintaan domestik diperkirakan masih terbatas, dikarenakan potensi gangguan pasokan pangan paska penyelenggaraan PSBB Covid 19 dan resiko kemarau.

“Maka dari itu kami melakukan kebijakan pengendalian inflasi di masa pandemi Covid-19 dengan TPIP dan TPID. Pengembangan berbagai kegiatan dan inovasi pengendalian inflasi di masa krisis, yang meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan, pasokan kelancaran, dan komunikasi efektif,” jelasnya.

Pada kesempatan ini juga, dirinya menyampaikan akan melakukan digitalisasi di bidang pertanian, baik di hulu maupun hilir. Di Sumatra, termasuk di Lampung. Hal ini dilakukan melalui Kartu Kerja Berjaya.

Sementara, Ketua BPS Metro Taulina Anggarani mengatakan, permasalahan saat ini yaitu harga gas 3 kg tinggi, sedangkan di Bandarlampung harganya berbalik.

“Maka dari itu kami juga menulusuri dari pedangan kecil, besar, dan pengecer. Bahwa dari pedagang besar stabil, namun di pengecer harganya tinggi. Hal ini karena adanya penambahan konsumen namun pasokan dari pusat jumlahnya tetap. Maka dari itu kami menginginkan adanya peningkatan jumlah pasokan gas 3 kg,” tuturnya.

Menyinggung mengenai harga bawang, menurutnya memang mengalami kenaikan, hal ini dikarenakan suplai dari gudang dan pemasoknya mengalami kenaikan. (pip/sur)

Komentar

Rekomendasi