oleh

Jubir Satgas Covid-19 Lampung Bicara Kepastian Vaksin, Hingga Kamis (15/10) Ada 17 Kasus Baru

RADARLAMPUNG.CO.ID-Juru bicara satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung Reihana belum mendapatkan Informasi apapun terkait vaksin Covid-19 yang akan dialokasikan untuk masyarakat di Lampung. Reihana mengatakan masih menunggu Kemenkes soal vaksin Covid-19 ini.

“Kami belum dapat info apapun untuk vaksin, kita akan dapat berapa dan dikirim berapa belum mendapatkan informasi apapun. Saya juga tidak berani bicara kalau belum ada surat resmi, kita harus pakai dasar surat resmi datang maka akan kita tindaklanjuti,” beber Reihana saat melakukan rilis harian Covid-19 Kamis (15/10).

Reihana melanjutkan, dirinya juga belum mengetahui siapa nantinya yang akan dilakukan vaksinasi lebih dulu. Namun, Reihana menyebut telah diminta mendata jumlah tenaga kesehatan di Lampung. “Jadi pernah yang diminta jumlah nakes. Itu jumlahnya terdiri dokter, perawat dan bidan yang ada di Lampung total 19.592 orang baik PNS dan non PNS,” tambahnya.

Sementara kasus harian Covid-19 di Lampung per Kamis bertambah 17 kasus baru. Di mana penambahan kasus ini membuat total 1221 kasus Covid-19 di Lampung. Penambahan kasus sendiri terdiri dari Bandarlampung 9 orang, kabupaten Lampung Tengah 4 orang, kabupaten Pesawaran 1 orang, kabupaten Tulangbawang Barat 1 orang, kabupaten Lampung Selatan 1 orang, dan kabupaten Tanggamus 1 orang.

“Dari 17 kasus konfirmasi positif hasil tracing ada 7 orang dan kasus baru 10 orang. Di mana yang menjalani isolasi mandiri 11 orang dan yang dirawat di rumah sakit 6 orang,” lanjutnya.

Untuk pasien 1205 perempuan 46 tahun asal kabupaten Lampung Selatan, pasien merupakan hasil tracing dari pasien 1099 dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Pasien 1206 perempuan 63 tahun dari Bandarlampung, pasien merupakan kasus baru saat ini bergejala dan dirawat di salah satu rumah sakit swasta tadi Bandarlampung. Kemudian pasien 1207 perempuan 24 tahun dari Bandarlampung juga merupakan kasus baru, di mana pasien merupakan seorang ibu hamil.

“Sejak tanggal 7 Oktober pasien dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Bandarlampung. Pasien mengeluh batuk, demam dan sesak dan hasil diagnosis dokter sebelumnya adalah typhoid dan ada kontraksi kehamilan. Kemudian sejak tanggal 13 Oktober dirujuk ke rumah sakit pemerintah dilakukan pemeriksaan swab dan konfirmasi positif pada tanggal 14 Oktober. Pasien saat ini bergejala dan dirawat di rumah sakit pemerintah yang ada di provinsi Lampung,” tambahnya.

Kemudian pasien 1208 laki-laki 51 tahun dari Bandarlampung, merupakan kasus baru. Pasien merupakan seorang pedagang warung di Bandarlampung dan saat ini bergejala dan dirawat di rumah sakit pemerintah di provinsi Lampung. Pasien 1209 seorang perempuan 24 tahun dari Bandarlampung juga merupakan kasus baru juga ibu rumah tangga yang sedang hamil 39 Minggu. Pasien saat ini bergejala dan dirawat di rumah sakit pemerintah di provinsi Lampung.

“Kemudian pasien 1210 laki-laki 40 tahun dari Bandarlampung, pasien merupakan kasus baru dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Pasien 1211 dan 1212 merupakan hasil tracing dari pasien 999 dan pasien 1030. Keduanya aat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Pasien 1213 laki-laki 35 tahun dari Bandarlampung merupakan kasus baru. Pasien seorsng pedagang di salah satu pasar di Bandarlampung kondisi saat ini sedang menjalani isolasi mandiri,” tambahnya.

kemudian pasien 1214 perempuan 54 tahun dari Bandarlampung merupakan kasus baru. Pasien saat ini tidak bergejala dan sedang menjalani isolasi mandiri. Pasien 1215 dan 1216 dari Lampung Tengah merupakan hasil tracing dari pasien 1081 yang saat ini juga sedang menjalani isolasi mandiri. Pasien 1217 laki-laki 17 tahun dari Lampung Tengah, pasien merupakan hasil tracing dari pasien 1025 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.

“Kemudian pasien 1218 perempuan 9 tahun dari Lampung Tengah merupakan hasil tracing dari kasus pasien 1089 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Pasien 1219 perempuan 33 tahun dari Pesawaran juga merupakan kasus baru. Di mana saat ini juga tanpa gejala dan sedang menjalani isolasi mandiri. Pasien 1220 perempuan 60 tahun dari kabupaten Tanggamus merupakan kasus baru yang saat ini tidak bergejala dan sedang melakukan isolasi mandiri. Dan pasien 1221 perempuan 45 tahun dari Tulangbawang Barat merupakan kasus baru saat ini bergejala mempunyai keluhan batuk, demam, badan panas dan mual. Kondisi pasien bergejala dan sedang dilakukan perawatan di rumah sakit swasta di Lampung Tengah untuk selesai isolasi,” tambahnya.

“hari ini juga ada pasien konfirmasi positif Covid-19 yang meninggal yaitu pasien nomor 1206 perempuan 44 tahun dari Bandarlampung. Pasien pada tanggal 11 Oktober dibawa ke rumah sakit swasta di Bandarlampung dengan keluhan batuk kering dan demam sudah selama 1 minggu. Kemudian pasien dilakukan pemeriksaan rontgen dengan hasil bronko pneumoni dilakukan rapid test hasilnya reaktif, maka pasien langsung dilakukan pemeriksaan swab. Kemusian tanggal 13 Oktober siang pasien mengalami perburukan kesehatan dan pada pukul 17.00 WIB pasien dinyatakan telah meninggal dunia positif covid-19 dari hasil laboratorium kesehatan daerah provinsi Lampung tanggal 14 Oktober 2020. Jenazah pasien termasuk dalam status probable pemulasaran jenazah dilakukan secara protokol covid-19,” tandasnya. (rma/wdi)

Komentar

Rekomendasi