oleh

Tak Perlu Memaksa Ikut Aksi, Jangan Sampai Pulang Bawa Oleh-oleh Covid-19!

RADARLAMPUNG.CO.ID – Bupati Tanggamus Dewi Handajani kembali mengajak masyarakat menjaga situasi kondusif dan tidak ikut-ikutan pergi ke Jakarta untuk aksi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Hal itu disampaikan Dewi Handajani saat bertemu dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas dan pimpinan pondok pesantren di ruang rapat utama Setkab Tanggamus, Kamis (15/10).

Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tanggamus AM. Syafi’i, Ketua DPRD Heri Agus Setiawan, Kapolres AKBP Oni Prasetya, Kajari David P. Duarsa dan Pasi Ops Kodim 0424 Kapten Inf. Redi Kurniawan.

Dewi Handajani mengatakan, terkait dengan isu nasional saat ini, yakni penolakan terhadap UU Cipta Kerja, ia tidak ingin Tanggamus terkena dampaknya.

Karena itu, ia berharap seluruh tokoh menyampaikan kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan termakan isu hoaks mengenai UU Cipta Kerja.

“Saya tidak ingin penolakan Omnibus Law ini berimbas kepada keamanan dan keselamatan masyarakat Tanggamus. Memang menyampaikan aspirasi itu dijamin undang-undang. Tapi saya rasa terlalu berisiko jika warga Tanggamus memaksakan diri pergi ke Jakarta untuk ikut aksi. Jangan sampai, pulang bawa oleh-oleh Covid-19. Disinilah peran bapak ibu untuk mengedukasi dan meluruskan mengenai apa itu UU Cipta Kerja,” tegas Dewi.

Dilanjutkan, Pemkab Tanggamus akan mendirikan posko diperbatasan untuk mencegah mobilisasi massa yang akan berangkat ke Jakarta.

“Mari kita sikapi ini dengan kepala dingin dan cara musyawarah serta tidak terpengaruh provokasi-provokasi yang akan memecah persatuan,” tandasnya.

Sementara Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya mengatakan, rata-rata peserta demo tidak memahami apa itu UU Cipta Kerja.

“Dari informasi di lapangan, pendemo yang diamankan karena melakukan aksi anarkis tidak tahu apa itu Omnibus Law. Mereka tahunya Mely Guslaw dan ini fakta,” kata Oni.

Karena itu ia mengajak elemen masyatakat untuk ikut membantu menyosialisasikan UU Cipta Kerja dan tidak ikut aksi di Jakarta.

“Kami bersama pemerintah pekon akan membuat banner yang isinya menolak dan menentang demo anarkis. Terima kasih kepada pemerintah pekon yang sudah bersinergi dalam mendukung Kamtibmas,” tandasnya. (ral/ehl/ais)

 

Komentar

Rekomendasi