oleh

BNI Adakan Workshop Kartu Petani Berjaya

RADARLAMPUNG.CO.ID-Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. merupakan salah satu bank milik negara yang dipercaya untuk siap membantu dan mendorong kesejahteraan para petani.

Di mana langkah ini merupakan bentuk dukungan BNI terhadap program ketahanan pangan di Indonesia dalam memasuki era adaptasi kebiasaan baru yang menjadi salah satu fokus pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Demi terwujudnya optimalisasi potensi para petani di Indonesia, BNI bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan tim KPB Universitas Bandar Lampung (UBL) meluncurkan Kartu Petani Berjaya (KPB).

KPB merupakan suatu model sistem yang mengintegrasikan semua kepentingan pertanian dalam arti luas untuk tujuan kesejahteraan petani dan semua stakeholder secara bersama-sama.

Didukung juga dengan adanya kartu anggota KPB yang merupakan sarana akses layanan perbankan terintegrasi yang berfungsi sebagai simpanan, transaksi, penyaluran pinjaman hingga kartu subsidi (e-wallet) sekaligus kartu identitas petani anggota KPB.

“Kartu Petani Berjaya ini menggunakan media aplikasi yang merupakan sistem untuk mendukung aktivitas pertanian digital. Seperti transaksi pembelian, penjualan serta pengajuan pembiayaan ke Lembaga keuangan secara digital dengan banyak manfaat yang didapatkan para petani,” kata Wakil Pemimpin BNI Wilayah Palembang untuk area Lampung Juma Indra di sela-sela workshop Implementasi Kartu Petani Berjaya dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Provinsi Lampung, Kamis (15/10) di Ballroom Hotel Sheraton Bandarlampung.

Workshop ini sekaligus menindaklanjuti launching Program KPB yang telah dilaksanakan pada Selasa, 6 Oktober 2020 oleh Menteri Pertanian Syahril Yasin Limpo dan Gubernur Provinsi Lampung Arinal Djunaidi bersama dengan Dinas Pertanian Lampung di Ds Tempuran, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah.

BNI menginisiasi dilaksanakannya workshop KPB dan KUR di Lampung sebagai kegiatan lanjutan. Dan upaya percepatan akuisisi KUR Tani serta pengaplikasian KPB secara menyeluruh di seluruh Lampung.

Workshop yang diadakan tersebut bertujuan untuk pemerataan sebaran informasi kepada seluruh Petani melalui Gapoktan, Poktan, PPL, maupun Distan setempat mengenai penggunaan aplikasi KPB serta pembiayaan BNI disektor Pertanian.

Saat ini BNI merupakan bank satu satunya yang bekerjasama dengan KPB dalam penyediaan jasa keuangan dan perbankan.

Penyaluran KUR yang dilakukan BNI saat ini menggunakan pola klaster. Klaster-klaster dimaksud antara lain, klaster singkong, klaster tebu, klaster kopi dan masih banyak klaster lainnya. BNI juga membantu petani dengan penyaluran KUR Tani.

Petani KPB yang juga penerima KUR dengan total penyaluran mencapai Rp10,58 miliar yang diberikan kepada 741 Petani. Sedangkan Petani Lampung penerima KUR sebanyak 2.604 petani dengan Plafond Rp72,24 miliar.

Pada kesempatan ini juga dilakukan paparan Tim KPB UBL mengenai Alur Aplikasi dan Penggunaan pada User Dummy Petani yang disampaikan Direktur IT PT. Bina Tani Ahmad Cucus.

Dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) mengenai Percepatan Implementasi KPB dan Penyaluran KUR Tani di 15 Kabupaten.

Dengan adanya KPB serta aplikasinya BNI berharap semoga kedepan para petani yang ada di Lampung lebih mudah untuk melakukan aktivitasnya yang bisa meningkatkan kualitas dan hasil panen. Sehingga bisa mendorong dan membantu Program PEN dan kesejahteraan para petani itu sendiri.

“Sebagai Agent Of Development, BNI turut menyukseskan program pemerintah dalam bidang pertanian. Salah satu bentuk dukungan kami ialah dengan membantu dan memastikan pendistribusian KPB dan penyaluran KUR Tani dapat dieksekusi dengan cara tepat jumlah, tepat jenis, tepat waktu, tepat tempat, tepat mutu dan tepat harga,” tutup Juma Indra. (adv)

Komentar

Rekomendasi