oleh

Luar Biasa, Pasar Wayhalim dapat Penghargaan dari BPOM

 

radarlampung.co.id – Pasar Wayhalim, Bandarlampung menerima penghargaan Pasar Aman dari Bahan Berbahaya Tingkat Nasional dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Jumat (16/10). Penghargaan diterima langsung Walikota Bandarlampung Herman HN, di Hotel Novotel Lampung.

Kepala Badan POM RI, Penny K Lukito mengatakan, sebagai jalur distribusi retail, pasar mengambil peran penting sebagai akses perpindahan pangan dari produsen ke tangan konsumen. Peredaran pangan yang aman di pasar merupakan hal mendasar yang harus dipenuhi sebagai upaya perlindungan masyarakat dari pangan berbahaya.

Untuk itu pelaku usaha pangan dituntut memproduksi dan menjual pangan yang memenuhi persyaratan keamanan, mutu dan gizi. Pasar tradisional merupakan sumber pemenuhan pangan sekaligus garda terdepan manajemen keamanan pangan.

Bahkan di masa Pandemi Covid-19 saat ini pun, pasar tradisional masih merupakan tempat menarik dan dominan bagi masyarakat dalam berbelanja kebutuhan pangan setiap hari. Sehingga, jika tidak dikelola dengan baik, pasar tradisional berpotensi menjadi Epicentrum baru penyebaran Covid-19.

Untuk mewujudkan pangan aman, badan POM terus melakukan pengawasan peredaran makanan melalui berbagai mekanisme terutama pembinaan bagi komunitas pasar dan usaha mikro kecil menengah (UMKM), salah satunya melalui program Pasar Aman dari Bahan Berbahaya.

“Program tersebut merupakan satu langkah nyata badan POM untuk mewujudkan keamanan pangan, dan telah dilombakan sejak tahun 2016,” jelasnya.

Kelompok pasar percontohan pasar aman dari bahan berbahaya diikuti oleh perwakilan pasar di Indonesia yang menjadi binaan balai besar balai POM di seluruh Indonesia.

Berdasarkan penilaian menetapkan pasar way Halim di Bandar Lampung, pasar bebas banjir di Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah, dan pasar taman terlihat di kota Bontang Kalimantan Timur menjadi pemenang lomba tersebut, menyisikan 14 peserta lainnya secara nasional.

“Saya sampaikan penghargaan kepada pemerintah kota benar Lampung serta BBPOM di Bandarlampung yang telah mengikut sertakan pasar way Halim Lampung dalam lomba pasar percontohan pasar aman dari bahan berbahaya tahun 2019,” ungkapnya.

Ke depan, program pasar aman dari bahan berbahaya akan di Revitalisasi menjadi program strategis pasar pangan aman berbasis komunitas, melibatkan stakeholder antara lain ikatan pedagang pasar Indonesia (IKAPPI), asosiasi pedagang pasar seluruh Indonesia (APPSI), kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah.

program pasar pangan aman berbasis komunitas ini, selain bertujuan untuk meningkatkan keamanan pangan pasar yang meliputi penerimaan, penyimpanan, pengolahan, Pemanjangan dan penyerahan, juga untuk memutus empat rantai penularan Covid-19.

Lebih jauh dijelaskan, berbagai upaya dilakukan badan POM untuk mewujudkan pasar pangan aman berbasis komunitas. Sejak tahun 2013 badan POM telah membentuk 1.187 fasilitator keamanan pangan melalui pelatihan komunitas pasar dan stakeholder kabupaten/kota (Dinas Perdagangan dan Dinas Pasar) di seluruh Indonesia.

Selama Pandemi, badan POM juga telah melakukan bimbingan teknis secara ritel pangan yang baik di pasar tradisional bekerjasama dengan APPSI dan IKAPPI, serta diikuti pedagang pasar tradisional seluruh Indonesia. Sebagai pedoman cara ritel yang baik di pasar modern maupun tradisional, badan POM telah meluncurkan booklet seri pedoman cara ritel yang baik.

Sebanyak 53 sertifikat persetujuan pendaftaran pangan atau nomor izin Edar pun diberikan badan POM kepada UMKM binaan BBPOM di Lampung atas komitmen yang baik terhadap pemenuhan aspek keamanan, mutu dan gizi.

Sebagai pusat perekonomian masyarakat dan basis kehidupan masyarakat, pasar tradisional tidak hanya harus menegakkan keamanan pangan, tetapi juga harus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Setiap pedagang dan pengunjung harus selalu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

“Pengelola pasar harus menyediakan fasilitas cuci tangan, pengukuran suhu di pintu masuk, bahkan disinfeksi area secara berkala, sehingga pasar tradisional tidak menjadi kelas terbaru penyebab Covid-19 dan dapat tetap memegang peranan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan aman bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bandarlampung Herman HN usai menerima penghargaan mengatakan, pihaknya akan berupaya mengembangkan pasar-pasar yang ada kota Bandarlampung agar dapat selalu memberikan bahan makanan serta produk-produk yang aman dan sehat bagi masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih karena BPOM telah memberikan apresiasi kepada kami dan mendapatkan penghargaan nomer satu di Indonesia menjadi pasar yang bebas menjual barang-barang berbahaya. Kami terus upaya tingkatkan mutu,” tuturnya.

Dia mengatakan, keberhasilan pasar Way Halim, Bandarlampung dalam memenangkan penghargaan ini merupakan keberhasilan bersama. “Kita berupaya menjadikan pasar tradisional ini lebih modern dan menerapkan kesehatan, serta mewajibkan menjual makanan dengan standar BPOM,” pungkasnya. (Ega/yud)

Komentar

Rekomendasi