oleh

Pandemi, Pinjaman Fintech P2P Tembus Rp113,46 T

PinjamKan dan Sumur.id Gelar Webinar untuk Dorong Pertumbuhan Fintech

RADARLAMPUNG.CO.ID – Tiga tahun silam, medio 2017, Bank Dunia melaporkan bahwa kurang dari setengah penduduk dewasa di Indonesia memiliki akses terhadap jasa keuangan formal (Laporan Global Findex 2017). Hal ini amat disayangkan karena keterbatasan akses terhadap jasa keuangan membatasi kesempatan masyarakat yang belum memiliki tingkat literasi keuangan cukup untuk berpartisipasi secara penuh dalam kegiatan-kegiatan ekonomi yang dapat meningkatkan taraf hidup.

Hasil Riset LD FEB UI juga menemukan bahwa kehadiran fintech peer to peer (P2P) lending telah berkontribusi pada peningkatan inklusi keuangan milenial. Terutama kelompok usia 35 tahun yang merupakan cakupan populasi terbesar di Indonesia.

Saat ini pinjaman dari fintech P2P lending menjangkau berbagai sektor produktif dalam perekonomian mulai dari pertanian, manufaktur, dan jasa. Temuan ini menyiratkan peran dari fintech P2P lending dalam mendukung sektor keuangan yang inklusif secara digital.

Upaya konsisten untuk mencetak generasi sadar finansial di tengah pandemi global yang saat ini dialami banyak negara termasuk Indonesia, platform fintech P2P lending terdaftar OJK, PT Gerakan Digital Akselerasi Indonesia (PinjamKan) dan PT Solusi Bijak Indonesia (Sumur.id) menyelenggarakan talkshow dengan mahasiswa STKIP PGRI Lampung, Jumat (16/10).

Talkshow digelar secara daring melalui aplikasi komunikasi video untuk mengenalkan industri fintech peer-to-peer lending serta pemahaman inovasi yang dilakukan fintech untuk tetap mendorong inklusi keuangan selama masa pandemi.

Anrian Tamba –Co-Founder & COO PinjamKan mengatakan, pihaknya sangat berharap adanya kehadiran fintech P2P lending mampu meningkatkan pengetahuan terkait layanan keuangan berbasis digital. “Juga membuka akses finansial yang lebih luas untuk masyarakat Lampung,” ucapnya.

Data yang telah diterima Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama (AFPI), terkait bisnis pinjaman fintech peer to peer (P2P) lending telah mencapai Rp113,46 triliun hingga Juni 2020. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dirilis Rabu (12/8), nilai itu tumbuh 153,23% year on year (yoy) dari posisi yang sama tahun lalu hanya Rp44,8 triliun.

Hal ini membuktikan bahwa industri P2P lending turut mendorong dan menggerakkan perekonomian negara seiring pertumbuhannya yang signifikan.

Dr. Agus Tjandra – CEO Sumur.id menambahkan, dengan adanya edukasi daring ini, pihaknya juga berharap masyarakat Lampung dapat memanfaatkan layanan produk P2P lending untuk kebutuhan dalam menghadapi masa pandemi dan tetap waspada terhadap fintech ilegal.

Komentar

Rekomendasi